Loading...

M. Taufiq Ratule: Satu Langkah Lebih Maju

10:14 WIB | Wednesday, 19-July-2017 | Teknologi, Klinik Teknologi | Penulis : Kontributor

Motto Balitjestro, ”Satu Langkah Lebih Maju” sepertinya sangat cocok dengan karakter Dr. Ir. Muhammad Taufiq Ratule, M.Si yang kini menjabat sebagai Kepala Balitjestro. Sosok yang tampil dengan kesederhanaan dan irit bicara ini punya pandangan yang cukup visioner soal bagaimana mengembangkan jeruk masa depan.

 

Kendati  belum lama menjabat sebagai pucuk pimpinan Balitjestro, Pak Taufiq (begitu panggilan akrabnya) sudah mampu membayangkan penelitian yang akan dikembangkan oleh balai ini. “Kedepan Balitjestro harus mampu menciptakan jeruk yang bersifat bunglon,” ujarnya menggambarkan.

 

Pandangan soal penciptaan varietas bunglon itu artinya jeruk yang selama ini dibatasi oleh tinggi-rendahnya topografi. Nantinya hambatan itu akan bisa diatasi. “Jeruk dataran tinggi bisa dikembangkan di dataran menengah ataupun rendah dengan produksi yang tidak jauh berbeda,” ujarnya menambahkan.

 

Semua jenis penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan di Balitjestro harus bergerak dalam rentang percepatan waktu. “Kita tidak bisa lagi menunggu, jika sebuah hasil penelitian sudah bisa disosialisasikan dan dimassalkan, maka akan kita lakukan. Setelah proses massal ini teruji, maka baru dilakukan pelepasan”.

 

Taufiq menggambarkan, beberapa waktu lalu Balitjestro sudah berhasil mengembangkan jeruk pamelo dengan nama varietas ‘Pamindo’. “Untuk jeruk ada varietas Pamindo sudah kita perkenalkan di Pangkep, Sulawesi Selatan. Di daerah itu jeruk jenis pamelo memang telah berkembang ribuan hektar, namun teknologinya masih biasa saja. Untuk itu, kami bawa teknologi baru seperti varietas unggul Pamindo ke daerah itu untuk mendukung pengembangan jeruk secara besar-besaran”.

 

Dia bercerita, di Kabupaten Pangkep ini sudah berkembang jenis jeruk Pamelo dengan nama Pangkep Merah dan Pangkep Putih. Tanaman yang ada ini rata-rata sudah berumur  40 tahun, kendati  masih produksi, hasilnya sudah tidak memuaskan lagi. Untuk menjawab permasalahan petani di sana, Balitjestro juga membawa teknologi Top Working yang memanfaatkan tanaman tua itu dengan teknik penyambungan dengan tanaman baru. Diharapkan tanaman yang ada itu tetap optimal produksinya dengan jenis jeruk (batang atas) yang disukai konsumen.

 

Lompatan Teknologi

 

Balitjestro memang kini sedang melakukan berbagai lompatan teknologi. Target inovasi teknologi itu adalah jeruk yang mampu berproduksi tinggi dan tersedia sepanjang tahun. Sekarang ini tengah dilakukan pengembangan jeruk di Banyuwangi dengan Sistem Tanam Rapat (Sitara) yang bertujuan mampu meningkatkan jumlah populasi tanaman per hektar, sehingga diharapkan angka produksi akan meningkat.

 

Kedepan juga dikembangkan varietas yang toleran terhadap lahan marginal, misalnya di Kalimantan ada jeruk yang mampu hidup di lahan rawa, di lahan kering (jenis tanah Podsolit Merah Kuning) atau varietas yang tahan naungan. Varietas ini menurutnya sangat penting, karena kedepan lahan-lahan subur akan semakin berkurang.

 

Ada juga teknologi yang mampu menciptakan jeruk yang berproduksi sepanjang tahun. Teknologi diberi nama Buah Berjenjang Sepanjang Tahun (Bujang Seta). “Kalau selama ini petani hanya bisa panen dua kali setahun, dengan cara ini petani bisa panen sepanjang tahun,” ujarnya menambahkan.

 

Khusus untuk perbibitan, Taufiq memberikan jaminan bahwa bibit yang berasal dari Balitjestro ini bebas penyakit, karena Unit Pengembangan Benih Sumber (UPBS) yang berada di KP Punten didukung oleh pohon-pohon induk yang bebas penyakit. Lis

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162