Loading...

Malaysia Tertarik Belajar Jagung ke Indonesia

14:35 WIB | Friday, 19-May-2017 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Clara Agustin

Keberhasilan Indonesia memang­kas impor jagung ter­nyata membuat Pemerintah Malaysia kagum. Bahkan Negeri Jiran itu berniat untuk belajar lebih lanjut dalam hal tersebut.

 

Pada tahun 2014 Indonesia masih mengimpor jagung 3 juta ton, namun di tahun 2016 berkurang menjadi 900 ribu ton. Dengan penurunan impor jagung yang signifikan ini, Indonesia menargetkan tahun 2017 tidak akan ada impor jagung lagi.

 

“Malaysia menaruh rasa kagum dengan Indonesia yang mampu menurunkan impor jagung karena sampai saat ini Malaysia masih mengimpor jagung sebanyak 3 juta ton dari Amerika dan Argentina. Makanya mereka ingin belajar dengan kami (Indonesia) agar dapat sukses pertanian jagungnya,” tutur Amran.

 

Kerjasama dalam budidaya, rencananya Indonesia akan me­masok benihnya langsung ke wilayah perbatasan (Serawak). Benih jagung yang dipasok me­rupakan kualitas unggul. Selain itu, akan transfer teknologi per­jagungan ke Malaysia. “Kita juga akan memperkenalkan varietas unggul jagung yang baru-baru ini diluncurkan, yakni varietas jagung tongkol 2, NASA 29,” sebut Amran.

 

Bukan hanya pembangunan perbatasan saja dengan pihak Malaysia, rencananya Malaysia akan mengimpor jagung dari Indonesia. Selama ini Malaysia mengimpor 3 juta ton dari AA dan Argentina. Rencana ke depan, Malaysia akan mengimpor dari Indonesia.

 

“Kalau membutuhkan 3 juta ton, kira-kira harus ada penambahan luas areal pertanaman 700 ribu ha sampai 1 juta ha. Makanya ekspor 3 juta ton ke Malaysia akan kita lakukan secara bertahap,” ungkap Amran.

 

Namun pembangunan pertani­an di daerah perbatatasan harus didukung dengan penguatan Pos Perkarantinaan di setiap pintu lalu lintas batas negara. Tujuannya untuk mendorong peningkatan ekspor ke negara tetangga serta memproteksi Indonesia dari resiko penyebaran penyakit tumbuhan dan hewan serta melindungi kekayaan hayati nasional.

 

Langkah lainnya adalah dengan mengidentifikasi kebutuh­an pangan dari negara tetangga, menggali potensi sumber pertum­buhan baru pangan di wilayah perbatsan, merancang program dan kegiatan pangan di perbatasan secara komperehensif dan berke­lanjutan, serta sinergisme dalam melaksanakan program. Cla/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162