Loading...

Mari Mengenal Black Soldier Flies (BSF)

14:36 WIB | Friday, 08-June-2018 | Tips & Santai | Penulis : Gesha

Lalat Hitam BSF

Lalat selalu identik dengan kotor, jorok dan membawa penyakit. Namun stereotip tersebut tidak berlaku pada black soldier flies atau lalat hitam tentara. Yuk, kenalan lebih jauh dengan mereka.

 

Meskipun termasuk bangsa lalat, BSF memiliki bentuk badannya yang tinggi, ramping dengan perut “Six Pack” rata, mirip dengan tentara berbadan tegap. Berbeda dengan lalat hijau yang pendek dan gempal. Atau dengan lalat abu- abu yang mungil.

 

Tapi dengan perut yang six pack, lalat BSF mampu menggempur sampah organik dengan super cepat. Layaknya pasukan tentara, larva black soldier fly dalam satu hari mampu menghabiskan sampah organik dua kali lipat dari bobot badannya.

 

Menariknya, BSF selama hidupnya tidak makan sama sekali. Untuk dapat bertahan hidup lalat ini hanya minum. Dan minuman terbaik untuk BSF adalah embun pagi dan sari madu yang ada di tumbuhan berbunga.

 

Umur lalat ini terbilang sangat singkat yaitu hanya 5 sd 8 hari saja. Sebagian sumber lain mengatakan lalat tentara hitam ini mampu bertahan selama 14 hari. Dibandingkan dengan jenis lalat lainnya yang rata-rata dapat bertahan hidup selama sebulan bahkan berbulan-bulan.

 

Lalat hitam tentara menetas menjadi lalat muda dari fase sebelumnya yang di sebut dengan fase pupa atau kepompong. Saat menetas, ia tidak bisa langsung bisa terbang, sayapnya yang masih basah dan lemah menyebabkan lalat tentara ini harus “merangkak” secara bertahap sebelum akhirnya sayapnya “kering” dan kuat untuk terbang.

 

Saat berumur dibawah dua atau tiga hari, lalat ini tergolong dalam sebutan lalat muda. Selama masa muda tersebut, lalat BSF menghabiskan sebagian besar waktu hidupnya untuk hinggap di dahan atau dinding dengan kepala menghadap keatas. Lalat muda lebih banyak berdiam diri, tenang, nyantai dan ber-mandi-kan sinar matahari, Untuk mengumpulkan energy agar mampu kawin dan bereproduksi.

 

Ciri Kawin

 

Setelah berumur diatas tiga hari, lalat BSF tumbuh menjadi lalat dewasa dan siap kawin. Terdapat tanda-tanda kedewasaan lalat tentara sudah menjadi lalat dewasa adalah terlihat dari beberapa hal yaitu, lalat dewasa terutama yang berkelamin betina “sibuk” terbang kesana kemari.

 

Sebenarnya kesibukan ini dilakukan untuk “menghindar”, “menebarkan pesona” dan “memilih” lalat jantan yang paling “jantan” diantara pejantan lainnya. Saat terbang dan tebar pesona ini, lalat betina dewasa mengeluarkan “bebauan” aroma kedewasaannya, Bebauan inilah yang mengundang para pejantan untuk berebut dan mengejar untuk di ajak kawin.

 

Selain mengeluarkan bebauan yang mengundang lawan jenisnya, lalat tentara hitam betina dewasa, terlihat secara fisik alat kelaminnya yang memanjang seperti jarum akan terjulur keluar. Menjulur keluarnya alat kelamin seperti jarum ini sebagai tanda kepada pejantan.

 

Namun, lalat betina dewasa tidak akan sembarangan dalam memilih pasangannya, lalat tentara hitam betina dewasa memilih hanya yang terkuat. Kejar-kejaran pun terjadi diudara. Hingga si betina akhirnya “tertangkap”. Bergumul diudara menyatukan kelamin, dan terhempas keatas dedaunan.

 

BSF dewasa melakukan kawin di udara dan jatuh ke dedaunan, kemudian berlanjut dengan saling membelakangi satu dengan yang lain. Membutuhkan waktu sekitar 5 sampai dengan 10 menit hingga akhirnya selesai dan saling melepaskan diri. Setelah perkawinan tersebut, lalat jantan yang kehabisan tenaga, akan pergi menyendiri ke “tempat kuburan massal” dan kemudian mati dalam hitungan beberapa jam.

 

Sedangkan lalat betina yang bunting akan mencari lokasi terbaik untuk kehidupan anak-anaknya, yaitu tempat yang berlimpah sumber makan bergizi dan aman dari predator. Betina kemudian bertelur dan disusun secara rapi.

 

Lokasi penempatan nya pun tidak sembarangan, dan tidak langsung diatas sampah tetapi “di atas” atasnya sampah. Jika belum terbiasa maka agak sulit melihat telur-telur lalat tentara hitam ini. dan rupanya cara ini juga sebagai antisipasi dari serangan predator. Satu telur berjumlah antara 500 sd 900 larva atau disebut juga dengan satu cluster telur. Satu atau dua jam setelah bertelur, Lalat betina pun mati. (gsh)

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162