Loading...

Membangun Rumah Idaman para Pekebun

16:13 WIB | Wednesday, 06-April-2016 | Opini | Penulis : Ahmad Soim

Oleh: Ir. Muh Unggul Ametung Msi,

 

 Tim Penyusun BukuPedoman Pemberdayaan Pekebun Melalui SKE-MK

 

Perkebunan Rakyat di Indonesia masih mengalami beberapa masalah, di antaranya kondisi kebun dan jalan yang kurang terawat, tingkat produktivitas yang rendah, mutu hasil produksi di bawah standar, kehidupan petani yang konsumtif, KUD yang kurang berfungsi dan diversifikasi usaha serta pengembangan produk yang masih terbatas.

 

Permasalahan itu masih banyak ditemukan karena penerapan teknologi baru dan spesifik lokasi belum optimal, kemampuan SDM Pekebun dan pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi masih rendah dan lemahnya kelembagaan pekebun.

 

Mendalami masalah yang dihadapi perkebunan rakyat seperti itu, maka dalam membangun perkebunan Indonesia kedepan sebaiknya lebih menekankan pada membangun manusia dan masyarakat perkebunan. Kegiatan pemberdayaan pekebun dan penguatan kelembagaan melalui motivasi pekebun untuk mengorganisasi diri dan dalam wadah kelembagaan usaha dalam upaya mensinergikan kekuatan yang dimiliki masyarakat pekebun. Tujuannya adalah agar ada peningkatan kemampuan kelembagaan pekebun menjadi organisasi yang kuat dan mandiri. Pada akhirnya, akan bisa mendorong terjadinya peningkatan posisi tawar pekebun dalam usahanya maupun dalam menghadapi mitra usahanya.

 

Lalu kemana arah pembinaan pekebun? Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 82/Permentan/OT.140/8/2013 tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani dan Gabungan Kelompok Tani, maka arah pembinaan kelompok tani adalah penerapan sistem agribisnis, peningkatan peranan, peran serta pekebun dan anggota masyarakat pedesaan lainnya dengan menumbuhkembangkan kerjasama antar pekebun dan pihak mitra.

 

Lebih dari itu, pembinaan kelompok tani pekebun diharapkan mampu membantu menggali potensi, memecahkan masalah usaha tani dan memudahkan akses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya.

 

Pengalaman di lapangan, bahwa pembinaan dan pengembangan SDM pekebundengan pendekatan komoditas menujukkan bahwa penguasaan teknis kebun dan budidaya tanpa diikuti dengan pembinaan sumberdaya pekebun dalam semua aspek kehidupan mereka, terbukti belum mampu mencapai tingkat produksi yang diharapkan dan belum dapat meningkatkan pendapatan pekebun secara meyakinkan.

 

Salah satu alternative pembinaan pekebun yang bisa dijadikan jalan menuju rumah  idaman pekebun adalah penerapan model pemberdayaan masyarakat perkebunan yang terprogram dan utuh serta dilaksanakan secara berkesinambungan melalui sistem yang memperhatikan kearifan lokal, salah satunya dengan apa yang disebut pemberdayaan “Sistem Kebersamaan Ekonomi berdasarkan Manajemen Kemitraan (SKE-MK). Model pemberdayaan ini adalah hasil pengembangan konsep permberdayaan pekebun yang sukses dilaksanakan di perkebunan kelapa sawit PIR-Bun Ophir Pasaman Barat, Provinsi Sumateran Barat.

 

Editor : Ahmad Soim

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162