Loading...

Memperkuat Sinergi Panitia Pusat dan Daerah

11:06 WIB | Monday, 20-March-2017 | Kabar Penas KTNA XV 2017, Suara Tani | Penulis : Clara Agustin

Untuk mengetahui perkembangan kesiapan panitia Penas Petani Nelayan XV Tahun 2017 baik di pusat maupun di daerah telah dilaksanakan rapat koordinasi pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XV Tahun 2017di Ruang Serba Guna Kantor Gubernur Provinsi Aceh pada tanggal 8 Maret 2017.

 

Rapat antara lain dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Aceh, Ketua Umum Kelompok KTNA Nasional, Plh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Ketua Kontingen dan Ketua KTNA Provinsi seluruh Indonesia serta penangggungjawab masing-masing bidang kegiatan.

 

Pemda Aceh, menurut Sekda Provinsi Aceh, sedang mengupayakan perbaikan sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XV Tahun 2017. Untuk akomodasi selain hotel, guest house dan mess, disediakan juga pemondokan (rumah penduduk) yang dapat menampung peserta yang diperkirakan mencapai 35.000 orang.

 

Plh. Kepala BPPSDMP Kementan, Momon Rusmono menyampaikan perlu adanya sinergi antara panitia pusat dan daerah serta pihak- pihak terkait dalam menghadapi pelaksanaan PENAS Petani Nelayan XV Tahun 2017 yang kurang dari 56 hari ini. Perlu juga ada komitmen dan komunikasi yang terbuka antara semua bidang dan seksi dalam penyelenggaraan PENAS Tahun 2017. “Ini sangat diperlukan demi kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan PENAS XV,” katanya.

 

Pengamanan baik pada saat kunjungan Presiden RI maupun selama pelaksanaan PENAS diharapkan mendapat perhatian khusus. Gelar Teknologi sebagai show window kegiatan ini diharapkan dapat memberikan gambaran perkembangan pertanian Indonesia, di mana selama ini telah banyak kemajuan teknologi dan inovasi di bidang pertanian.

 

Sasaran ditampilkannya Gelar Teknologi antara lain untuk mengubah image pertanian (petani) yang kumuh menjadi pertanian (petani) modern. Perubahan tersebut diawali dengan adanya perubahan pola fikir petani yang awalnya sebatas sub sistem menjadi agribisnis, mulai dari budidaya hingga pasca panen.

 

Sejalan dengan Tema PENAS “Melalui PENAS Petani Nelayan XV 2017 Kita Mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan sebagai Mitra Kerja Pemerintah dalam rangka Kemandirian, Ketahanan dan Kedaulatan Pangan menuju Kesejahteraan Petani Nelayan Indonesia”, Kementerian Pertanian ingin mengupayakan posisi tawar petani semakin kuat melalui penguatan kelembagaan petani dimulai dari kelompok tani, gabungan kelompok tani dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP). “Tujuan akhir dari penguatan kelembagaan petani melalui Kelembagaan Ekonomi Petani adalah meningkatnya kesejahteraan petani,” tutur Plh. Kepala BPPSDMP. (Sumber : BPPSDMP Kementan)/Cla/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162