Loading...

Menangguk Untung dari Bisnis Alsintan

20:31 WIB | Sunday, 16-July-2017 | Kabar Penas KTNA XV 2017, Kontak Tani Sukses | Penulis : Indarto

Usaha jasa penyewaan alat dan mesin pertanian (alsintan) saat ini mulai diminati anak muda lantaran menguntungkan dan prospektif. Salah satu yang serius menggeluti bisnis alsintan adalah Kusnadi, petani muda asal Desa Trebungan, Kabupaten Situbondo Jawa Timur.

 

Berkat keuletannya dalam mengelola Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA), sejak tahun 2012 Kusnadi dan rekan-rekannya bisa menangguk untung hingga Rp 25 juta per musim tanam, atau sekitar Rp 6 juta per bulan.

 

“Omzet dan keuntungan dari jasa layanan alsintan semuanya masuk ke kas UPJA Muja. Saya perkirakan omzetnya akan terus meningkat seiring banyaknya petani atau kelompok tani yang mulai memanfaatkan layanan jasa alsintan untuk mengolah tanah maupun menanam padi,” kata Kusnadi yang juga menjabat Ketua UPJA Muja, di Jakarta, belum lama ini.

 

Bermodal 9 unit rice transplanter bantuan Kementan, hingga saat ini asset UPJA Muja mencapai sekitar Rp 300 juta, atau meningkat pesat dibanding tahun 2015 yang hanya Rp 75 juta. “Kami juga bisa menggaji karyawan Rp 2,1 juta/orang/bulan,” ujar pria 39 tahun itu.

 

Kunci sukses usaha jasa layanan alsintan dan pembibitan padi yang dilakukan UPJA Muja, menurut petani muda ini salah satunya adalah konsisten dalam mendorong mekanisasi pertanian di desanya.

 

Mendapat Pelatihan

 

Dari yang semula hanya kumpul-kumpul, akhirnya ia dan teman-teman satu misi bisa membentuk kelompok tani dan berlanjut mengembangkan usaha pertanian dalam bentuk UPJA. “Setelah mendapat bantuan alsintan inilah kami bergerak terus. Sebab, kami melihat di desa ini ada potensi ekonomi yang belum digarap,” jelas ayah satu anak itu.

 

Kini anggota UPJA Muja sudah sebanyak 99 orang, sebanyak 66 orang atau 67 persen berusia muda (24-45 tahun). Karena bisnis utama UPJA Muja adalah usaha layanan jasa alsintan dan penanaman padi, maka pihak Dinas Pertanian Kab. Situbondo memberi kesempatan sejumlah anggota UPJA Muja mengikuti pelatihan cara menjalankan rice transplanter dan melakukan kegiatan pembenihan di atas tray.

 

Ia menekankan, kalau tiap kecamatan ada satu kelompok anak muda mau mengembangkan agribisnis, maka anak-anak muda di desa-desa tak perlu jadi korban urbanisasi. “Tekad kami, jangan sampai anak-anak muda mencari kerja di kota tapi berkarya dan membangun desa sendiri,” tutur Kusnadi . Idt/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162