Loading...

Mendongkel Produktivitas Kopi Gayo

15:03 WIB | Monday, 09-January-2017 | Komoditi, Kebun | Penulis : Kontributor

Kopi Arabika Gayo (Coffea Arabica) merupakan komoditi perkebunan utama di Dataran Tinggi Gayo. Di kawasan yang meliputi dua kabupaten yaitu Aceh Tengah dan Bener Meriah, terdapat hamparan kebun kopi rakyat seluas hampir 100 ribu hektar (ha).

 

Menurut sejarahnya, kopi arabika yang berkembang di dataran tinggi berhawa sejuk ini mulai dikembangkan sejak tahun 1908. Tanaman tersebut dibawa pemerintah kolonial Hindia Belanda, lalu ditanam di daerah berketinggian rata-rata 1.200 mdpl ini. Tapi kopi arabika Gayo mulai berkembang secara luas baru sekitar tahun 1950-an. Saat itu permintaan pasar kopi arabika dunia meningkat, sehingga membangkitkan minat petani menanam komoditi ini.

 

Kopi arabika tidak hanya ditanam petani di Dataran Tinggi Gayo, tapi juga ditanam petani di Sidikalang dan Mandailing (Sumatera Utara), Toraja (Sulawesi Selatan), Bondowoso (Jawa Timur). Belakangan mulai dibudidayakan di beberapa daerah di Jawa Barat.

 

Namun dari segi aroma, rasa dan kualitas, kopi Gayo sudah diakui dunia sebagai kopi arabika terbaik. Bahkan harganya di pasar kopi dunia, jauh di atas kopi arabika dari daerah lain. Termasuk dari negara-negara penghasil kopi seperti Brazil dan Vietnam.

 

Keunggulan kopi Gayo, selain dari kualitas juga karena kopi dari dataran tinggi ini sudah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis (IG) dan memiliki spesifikasi aroma dan rasa yang tidak dimiliki oleh kopi dari darah lainnya.

 

Perawatan Intensif

 

Meski sudah mendapat pengakuan sebagai penghasil kopi arabika terbaik di dunia. Apalagi luas hamparan kebunnya sangat luas, sayangnya produktivitas kopi arabika Gayo tergolong rendah. Berbagai hasil penelitian menunjukkan produktivitasnya baru mencapai rata-rata 720 kg//ha/tahun.

 

Salah satu penyebabnya adalah, petani masih menggunakan pola konvensional dalam budidaya komoditi ini. Hanya beberapa petani yang sudah melakukan secara intensif. Padahal dengan pemeliharaan dan perawatan intensif, produktivitas kopi Gayo bisa didongkrak sampai 2 ton/ha/tahun.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162