Loading...

Mendorong Daerah Mandiri Pangan

11:31 WIB | Wednesday, 28-December-2016 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Julianto

Kementerian Pertanian terus mendorong agar daerah dapat mandiri pangan, sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitarnya. Komoditas pangan yang dikembangkan dan ditingkatkan produksinya di antaranya padi, jagung dan cabai.

 

Bahkan untuk daerah perbatasan dengan negara lain, pemerintah berharap bukan hanya berdaulat pangan, tapi juga bisa mengekspor ke negara tetangga. Salah satu harapannya kepada Provinsi Kalimantan Tengah.

 

“Kami ingin Kalimantan Tengah pangannya mandiri. Jangan ambil dari daerah luar lagi, rantai pasoknya terlalu panjang, akibatnya terjadi inflasi dan akhirnya terjadi kemiskinan yang tidak akan terselesaikan,” kata Menteri Pertanian, Amran Sulaiman saat Tanam Padi Hibrida seluas 250 ha di Desa Terusan Karya, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalteng, beberapa waktu lalu.

 

Pada kegiatan itu hadir Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran; Anggota Komisi IV DPR, Hamdani; Bupati Kapuas, Ben Brahim; Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat, Brigjen TNI M. Afifuddin, dan KASDAM Tanjung Pura, Brigjen TNI Ahmad Sukryadi. Dalam kunjungan ini, pemerintah memberikan bantuan benih jagung dan pupuk untuk Kabupaten Kapuas untuk luas pertanaman 100 ribu ha.

 

Amran berharap, sebagai Provinsi Kalteng tidak hanya mampu mandiri pangan, tapi dapat mengekspor beras ke negara tetangga, Malaysia. Tercatat, Negeri Serumpun itu mengimpor beras sebanyak 1,2 juta ton/tahun. Karena itu menjadi peluang besar bagi Indonesia dapat mengisi pasar beras di Malaysia.

 

“Jika ini dapat kita wujudkan, menunjukkan ketahanan pangan kita kuat dan ketahanan negara pun ikut kuat. Tapi, kalau mental petani atau pemuda masih minta-minta bantuan dan malas-malasan, pastinya negara kita akan selalu gagal,” tegas Amran.

 

Kegiatan Upsus

 

Amran menjelaskan, untuk meningkatkan produksi pangan pemerintah menggelar program Upaya Khusus (Upsus). Ada beberapa kegiatan pemerintah. Pertama, meningkatkan indeks pertanaman (IP) melalui rehabilitasi irigasi dan membangun embung. Dengan begitu, lahan yang semula hanya tanam satu kali menjadi 2-3 kali tanam.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162