Loading...

Mengembalikan Pamor Rempah Nusantara

13:50 WIB | Tuesday, 03-January-2017 | Komoditi, Kebun | Penulis : Kontributor

Kekayaan rempah Indonesia sudah terkenal seantero dunia sejak lama. Bahkan masuknya penjajah Eropa berawal dari ketertarikan mereka terhadap kekayaan bumi Nusantara itu.

 

Sayangnya dengan perjalanan waktu, pamor rempah Indonesia makin surut. Padahal potensi sebagai pendulang devisa negara sangat besar. Karena itu kini pemerintah bersama pelaku usaha rempah-rempah mulai bergerak mengembalikan kejayaan heritage Indonesia tersebut.

 

Siapa yang tak kenal cengkeh, pala, lada, kayu manis, bahkan lada hitam Indonesia? Kesemuanya termasuk komoditi rempah-rempah yang menjadi incaran negara-negara di dunia.  “Indonesia punya keunggulan baik secara historis, ekonomis, geografis maupun secara ekologis yang tidak dimiliki negara lain,” kata Direktur Jenderal Perkebunan, Bambang saat Pengukuhan Pengurus Dewan Rempah Indonesia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Sejarah juga telah membuktikan rempah Indonesia pernah menguasai dan menjadi sumber utama pasokan dunia. Bangsa Eropa dan lainnya berburu rempah sampai ke Nusantara. Kejayaan rempah seperti inilah yang harus dikembalikan pada masa kini. “Dengan nilai tambah dan rantai nilai yang sepenuhnya menjadi milik Indonesia,” ucap Bambang.

 

Namun Bambang mengingatkan, kebangkitan rempah ini harus melibatkan seluruh pelaku. Mulai dari petani, pedagang, industri, eksportir, lembaga penelitian, perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, lembaga pemerintah hingga ke daerah.

 

Jadi tak hanya dalam bentuk on farm, tapi juga off farm. Perbaikan menyeluruh juga perlu dilakukan mulai dari pembibitan, penerapan GAP (good agriculture practices) dan GMP (good manupacturing practices), pengembangan produk, pemasaran, akses pasar hingga peningkatan konsumsi dalam negeri.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162