Loading...

Mengenal Tomat

23:47 WIB | Tuesday, 16-April-2013 | Agri Wacana, Mimbar Penyuluhan | Penulis : administrator

Buah Tomat
(
Lycopersicon esculentum Mill.)

I.     Sejarah 

Tomat (Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli Amerika Tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tomat merupakan keluarga dekat dari kentang.


Kata tomat berasal dari bahasa Aztek, salah satu suku Indian yaitu xitomate atau xitotomate. Tanaman tomat berasal dari negara Peru dan Ekuador, kemudian menyebar ke seluruh Amerika, terutama ke wilayah yang beriklim tropik, sebagai gulma. Penyebaran tanaman tomat ini dilakukan oleh burung yang makan buah tomat dan kotorannya tersebar kemana-mana. Penyebaran tomat ke Eropa dan Asia dilakukan oleh orang Spanyol. Tomat ditanam di Indonesia sesudah kedatangan orang Belanda. Dengan demikian, tanaman tomat sudah tersebar ke seluruh dunia, baik di daerah tropik maupun subtropik.


Tomat adalah komoditas hortikultura yang penting, tetapi produksinya baik kuantitas dan kualitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, miskin unsur hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca dan iklim, serta teknis budidaya petani
PT. Natural Nusantara berupaya membantu petani dalam peningkatan produksi secara Kuantitas dan Kualitas dengan tetap memelihara Kelestarian lingkungan (Aspek K-3), agar petani dapat berkompetisi di era perdagangan bebas.

Tomat merupakan satu dari sayuran yang paling banyak dibudidayakan di dunia. Sebagai sayuran buah, tomat merupakan sumber vitamin A dan C. Tomat tumbuh baik pada temperatur 20 -27°C, pembentukan buah terhambat pada temperatur >30°C atau < 10°C. Tomat baik ditanam pada tanah yang berdrainase baik, dengan pH optimum 6.0 -7.0. Tomat dapat ditanam sebagai rotasi pada lahan sawah. Hindari menanam tomat pada lahan yang sebelumnya ditanami tanaman dari keluarga Solanaceae, seperti: terung, cabai, tomat dan yang lainnya untuk menghindarkan hama dan penyakit. Beberapa tipe tomat yang dibudidayakan antara lain: buah segar (biasanya berwarna merah dengan variasi dalam bentuk, ukuran dan warna); chery-buah kecil; dan prosesing buah dengan warna merah yang kuat dan tinggi dalam kandungan bahan padat, sesuai untuk dibuat pasta, sup atau saos. Berdasarkan pertumbuhannya, tomat diklasifikasikan sebagai determinat (menyemak, pendek) dimana pertumbuhan batang diakhiri dengan karangan bunga, semideterminate atau indeterminat (tinggi) tumbuh berterusan menghasilkan daun dan bunga. Pada indeterminat, memungkinkan masa panen yang lebih panjang, yang mungkin bermanfaat pada waktu harga berfluktuasi, akan tetapi jenis ini perlu menggunakan turus dan harus dipangkas secara teratur yang dapat menambah tenaga kerja. Untuk varietas yang ditanam dapat dipilih berdasarkan varietas yang tahan penyakit, disesuaikan dengan musim, atau varietas hibrida maupun OP, tergantung dari kebutuhan budi daya.


II. Sentra Penanaman


Sentra penanaman tomat di dunia adalah di Jepang, China, Taiwan, sedangkan di Indonesia adalah daerah Malang.

Jenis Tanaman
Tanaman tomat termasuk tanaman semusim yang berumur sekitar 4 bulan.

Klasifikasi tanaman tomat adalah sebagai berikut:
Kerajaan          : Plantae
(tidak termasuk) Eudicots
Divisi                : Spermatophyta
Anak divisi        : Angiospermae
Kelas                : Dicotyledonae
Ordo                : Solanales
Famili               : Solanaceae
Genus               : Solanum
Spesies             : S. lycopersicum

 

Nama binomial
Solanum lycopersicum

 

Sinonim
Lycopersicon lycopersicum
Lycopersicon esculentum

 

Dari sekian banyak varietas tomat yang ada, yang banyak ditanam petani adalah tomat varietas ratna, berlian, precious 206, kingkong dan intan. Sedangkan dari hasil survei yang telah dilakukan di lapangan varietas yang digunakan adalah varietas Artaloka.

III. Varietas

Varietas yang banyak beredar dan dibudidayakan di Indonesia adalah : Ratna, Intan, Arthaloka, Bonanza, Mahkota, dll.

VARIETAS UNGGUL TOMAT

VARIETAS

 

KEUNGGULAN

 

Lovely Red

 

Varietas ini berasal dari Taiwan; tinggi, tahan terhadap cuaca panas, tumbuh kuat, senantiasa tumbuh ( tidak berhenti ), cepet berbuah ( produksi ), tahan terhadap penyakit daun, rata-rata 1 tanaman bisa menghasilkan 7 Kg / tanaman, besarbuah sedang sekitar 45 g/ buah; bentuk buah lonjong berwarna merah jika matang rasa manis dan aromanya enak

 

Golden Peari

 

Varietas ini berasal dari Taiwan, pertumbuhan akan tumbuh terus, produksi > 200 buah / tanaman, bentuk buah bulat, ukuran buah kecil ( 8-10 gram / buah ), gading buah berwarna jingga dengan rasa enak, kadar gula sebesar 8,5 %, tahan terhadap pengangkutan dan tergolong cherry.

 

Season Red

 

Varietas ini berasal dari Taiwan, mudah tumbuh, tahan terhadap cuaca panas, tahan terhadap penyakit embun tepung dan layu bakteri, jumlah buah sekita 300 buah / tanaman, bentuk buah kecil ( 25 grm / buah ) buah berwarna merah, kadar gula 6 %, tahan pengangktan dan tergolong cherry.

 

Ratna

 

Varietas ini berasal dari Filipina, berumur genjah, pertumbuhan terhenti, tahan terhadap penyakit layu bakteri, tapi peka terhadap busuk daun, bentuk buah bulat apel, rata-rata berat buah 40 grm / buah, warna buah merah, permukaan halus dan sedikit bergelombang, cocok di tanam di daerah dengan ketinggian medium hingga rendah, produksivitas tinggi dan mudah dibudidayakan.

 

Fortune

 

Berasal dari Taiwan, tumbuh cepat, subur dan kuat; tahan penyakit layu Fusarium dan vertikulum, trata-rata produksi 5 kg/ tanaman, ukuran buah sedang ( 50 gr/ buah ), daging buah tebal.

 

Farmer 301

 

Berasal dari Taiwan; pertumbuhan tidak berhenti, tahan terhadap penyakit dan hama nematoda; bentuk buah bulat, berat buah 180 grm / buah, daging buah padat.

 

New Wonder

 

no 4

 

Berasal dari taiwan; daya adaptasi tinggi; tahan terhadap virus- layu fusarium-bercak daun dan busuk buah; berukuran besar dengan berat buah 200 grm/ buah, bentuk buah bulat, tidak mudah retak; tahan terhadap penyimpanan dan pengangkutan.

 

Moneymarket

 

Berasal dari Belanda;tahan penyakit layu bakteri dan hama nematoda; berat buah sedang ( 50 gram/buah)buah yang masak berwarna jingga

 

Kada

 

Berasal dari Amerika; tahan terhadap penyakit busuk ujung buah- tahan terhadap Fusarium- dan penyakit bercak kering , bentuk buah bulat oval seperti telur, berat rata rata buah 90 - 100 grm/ buah; daging buah tebal, rasanya manis agak masam.

 

 

IV. Syarat Pertumbuhan

a.      Iklim

Curah hujan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah 750 mm-1.250       mm/tahun. Keadaan ini berhubungan erat dengan ketersediaan air tanah bagi tanaman, terutama di daerah yang tidak terdapat irigasi teknis. Curah hujan yang tinggi (banyak hujan) juga dapat menghambat persarian.
Kekurangan sinar matahari menyebabkan tanaman tomat mudah terserang penyakit, baik parasit maupun non parasit. Sinar matahari berintensitas tinggi akan menghasilkan vitamin C dan karoten (provitamin A) yang lebih tinggi. Penyerapan unsur hara yang maksimal oleh tanaman tomat akan dicapai apabila pencahayaan selama 12-14 jam/hari, sedangkan intensitas cahaya yang dikehendaki adalah 0,25 mj/m2 per jam.

Suhu udara rata-rata harian yang optimal untuk pertumbuhan tanaman tomat adalah suhu siang hari 18-29 derajat C dan pada malam hari 10-20 derajat C. Untuk negara yang mempunyai empat musim digunakan heater (pemanas) untuk mengatur udara ketika musim dingin (Gambar samping), udara panas dari heater disalurkan ke dalam green house melalui saluran fleksibel warna putih.

Kelembaban relatif yang tinggi sekitar 25% akan merangsang pertumbuhan untuk tanaman tomat yang masih muda karena asimilasi CO2 menjadi lebih baik melalui stomata yang membuka lebih banyak. Tetapi, kelembaban relatif yang tinggi juga merangsang mikro organisme pengganggu tanaman.

b.Media Tanam
Tanaman tomat dapat ditanam di segala jenis tanah, mulai tanah pasir sampai tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik serta unsur hara dan mudah merembeskan air. Selain itu akar tanaman tomat rentan terhadap kekurangan oksigen, oleh karena itu air tidak boleh tergenang.
Tanah dengan derajat keasaman (pH) berkisar 5,5-7,0 sangat cocok untuk budidaya tomat.
Dalam pembudidayaan tanaman tomat, sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar, sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul.


c.Ketinggian Tempat
Tanaman tomat dapat tumbuh di berbagai ketinggian tempat, baik di dataran tinggi maupun di dataran rendah, tergantung varietasnya. Tanaman tomat yang sesuai untuk ditanam di dataran tinggi misalnya varietas berlian, varietas mutiara, varietas kada. Sedangkan varietas yang sesuai ditanam di dataran rendah misalnya varietas intan, varietas ratna, varietas berlian, varietas LV, varietas CLN. Selain itu, ada varietas tanaman tomat yang cocok ditanam di dataran rendah maupun di dataran tinggi antara lain varietas tomat GH 2, varietas tomat GH 4, varietas berlian, varietas mutiara.

V. Pola Tanam
- Tanaman yang dianjurkan adalah jagung, padi, sorghum, kubis dan kacang-kacangan
- Dianjurkan tanam sistem tumpang sari atau tanaman sela untuk memberikan keadaan yang kurang disukai oleh organisme jasad pengganggu.

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162