Loading...

Mengkaji Pengembangan Mekanisasi Pertanian di Perbatasan

16:15 WIB | Tuesday, 05-December-2017 | Pangan, Komoditi | Penulis : Ika Rahayu

Pemerintah saat ini tengah terus melakukan pengkajian untuk dapat melaksanakan pengembangan mekanisasi pertanian di wilayah perbatasan. Langkah ini guna mendukung keinginan menjadikan wilayah perbatasan sebagai lumbung pangan berorientasi ekspor (LPBE).

 

Pada acara rapat pleno Komisi Pengembangan Mekanisasi Pertanian, di kantor Badan Litbang Pertanian Jakarta, Selasa (5/12), anggota Tim Teknis Pengembangan Mekanisasi Pertanian di Wilayah Perbatasan, Astu Unadi mengemukakan, sejauh ini kajian telah dilakukan di Kabupaten Sanggau dan Sambas (Kalbar), Kabupaten Bellu dan Malaka (NTT) serta di Kabupaten Merauke (Papua).

 

“Berbagai aspek diamati secara seksama karena pada dasarnya agroekosistem wilayah perbatasan berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya,” tutur Astu pada rapat pleno yang antara lain dihadiri Kepala Badan Litbang Pertanian, M Syakir serta Kepala Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBP Mektan), Andi Nur Alamsyah.

 

Dari hasil kajian ditelurkan beberapa saran kebijakan antara lain perlunya penanganan khusus oleh pemerintah pusat karena yang pasti akan dibutuhkan pendanaan yang cukup besar di mana pemerintah provinsi maupun kabupaten tak akan mampu menanggungnya.

 

Kata kunci lainnya adalah pentingnya peningkatan kemampuan/kapasitas aparatur di daerah perbatasan mengingat selama ini kemampuan aparat dalam pengelolaan alsintan juga dalam hal pengawasannya sangat lemah. “Upaya pemberian pelatihan serta pendampingan kami nilai merupakan hal yang penting dilakukan,” tegasnya.

 

Disarankan pula untuk menyediakan paket alsintan di lokasi LPBE melalui pembentukan Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA) yang diintegrasikan dengan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP). Pihak swasta perlu dilibatkan dalam pengadaan alsintan, suku cadang, perbengkelan dan pelatihan, fasilitasi permodalan serta penjaminan kredit.

 

Selain itu pemerintah daerah juga perlu dilibatkan dalam operasional alsintan berupa fasilitasi untuk kemudahan penyediaan BBM dan prasarana untuk mobilisasi alsintan. “Beberapa rencana aksi telah dipersiapkan. Diharapkan bisa terealisasi sesuai rencana,” ujar Astu. Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Pimpinan Redaksi

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162