Loading...

Mengupayakan Krisan Potong Tak Cepat Layu

10:13 WIB | Tuesday, 19-September-2017 | Teknologi, Klinik Teknologi | Penulis : Ika Rahayu

Pertanyaan :

 

Saya seorang pecinta bunga krisan yang ingin terjun ke usaha budidaya tanaman krisan. Keputusan saya untuk bisa berusaha tani krisan karena melihat prospek pasar bunga krisan sangat baik. Bunga krisan diminati konsumen karena warnanya yang beraneka macam serta bentuk bunganya sendiri yang memang menarik.

 

Apabila nantinya saya memasarkan hasil panen dalam bentuk bunga potong tentunya perlu adanya upaya untuk menjaga agar bunga potong bisa bertahan lama tidak cepat layu. Untuk itu mohon penjelasan Sinar Tani apa langkah yang perlu dilakukan untuk bisa menjaga kesegaran bunga krisan potong. Atas info yang diberikan diucapkan terima kasih.

 

Bu Rika, Sukabumi Jawa Barat

 

 

 

Jawaban :

 

Bisa dimengerti bila ibu ingin menekuni usaha budidaya tanaman krisan karena memang bunga potong krisan termasuk komoditi yang prospektif. Jenis bunga ini banyak diminati masyarakat dan permintaannya cukup tinggi di hari-hari spesial serta hari-hari besar keagamaan.

 

Terkait dengan pertanyaan ibu, ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengupayakan agar bunga potong krisan yang ibu hasilkan terjaga kesegarannya. Hal tersebut menyangkut pelaksanaan kegiatan panen dan penanganan pasca panennya.

 

Menurut informasi yang diperoleh dari Ditjen Hortikultura Kementan, waktu panen bunga krisan yang paling baik adalah pada pagi hari (pukul 06.00-08.00) atau sore hari. Bunga yang telah dipanen sebaiknya segera direndam di dalam larutan gula (glukosa) agar bunga tidak cepat layu.

 

Setelah dipanen biasanya bunga melalui beberapa tahapan sebelum diangkut ke pengecer seperti tahap pengumpulan, sortasi, pembungkusan, perendaman larutan pengawet, pengepakan, fumigasi (untuk tujuan ekspor), serta pengiriman ke tempat penjualan akhir (pengecer).

 

Agar bunga krisan potong lebih tahan kesegarannya tahapan penting yang harus dilakukan adalah perendaman dengan larutan pengawet. Zat pengawet dalam hal ini digunakan pada empat macam kegiatan yakni conditioning, pulsing, holding solution dan kegiatan pembukaan kuncup bunga.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162