Loading...

Mengurai Simpul Krisis, Menuju Swasembada Bawang Putih

14:38 WIB | Tuesday, 12-September-2017 | Komoditi, Hortikultura | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Bawang putih kini menjadi prioritas pemerintah untuk mencapai swasembada. Bukan mimpi, tapi sebuah keniscayaan. Targetnya pun tak lama lagi. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah mengibarkan bendera kecukupan bawang putih dari dalam negeri tahun 2019.

 

Jika melihat histori perkembangan komoditas bawang putih, pada tahun 1994 Indonesia pernah mengalami swasembada. Dengan luasan areal sekitar 27 ribu ha, produksi bawang putih dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

 

Sayangnya, perkembangan komoditas tersebut tak seputih warnanya. Selama 23 tahun terakhir, bawang putih menjadi produk sayuran yang terpinggirkan. Bahkan serangan produk impor, makin membuat suram nasib bawang putih dalam negeri.

 

Data Kementerian Pertanian, selama periode 1996-2014 terjadi penurunan luas panen 9,75% per tahun dan produksi juga turun 10,75% per tahun. Jika tahun 1996 produksi bawang putih sebanyak 145.836 ton, maka tahun 2014 tinggal 16.892 ton. Pada tahun 2014, hampir 95% kebutuhan bawang putih dipenuhi impor.

 

Menengok sejarah tersebut potensi mengembalikan kejayaan bawang putih sangatlah besar. Dengan luas lahan yang dulu pernah dikembangkan untuk budidaya bawang putih, potensi mendongkrak kembali produksi cukup besar.

 

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan, saat ini lahan untuk budidaya bawang putih yang sudah pasti di Indonesia sekitar 2 ribu hektar (ha) dengan produksi 20 ribu ton/tahun. Lahan tersebut terfokus di dua kabupaten, Temanggung dan Lombok Timur.

 

Sedangkan sentra budidaya bawang putih di wilayah lain dengan luasan yang lebih kecil yakni di Tegal, Malang, Lumajang, Bandung. Luasannya hanya berkisar 20-30 ha. “Dengan kebutuhan konsumsi nasional mencapai 500 ribu ton/tahun, untuk menutupi (kebutuhan, red) sebanyak 480 ribu ton atau 95% kita harus diimpor,” katanya.

 

Simpul Krisis

 

Bagaimana mengembalikan kejayaan bawang putih? Prihasto menegaskan, untuk swasembada bawang putih berkelanjutan diperlukan lahan seluas 60 ribu ha. Sedangkan untuk perbenihan sekitar 14 ribu ha. Jadi total lahan yang diperlukan untuk swasembada bawang putih secara berkelanjutan seluas 73 ribu ha.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162