Loading...

Meningkatkan Efisiensi Penyerapan Pupuk Urea

10:59 WIB | Tuesday, 22-November-2016 | Agri Wacana, Agri Wacana | Penulis : Kontributor

M. Al-Jabri – Ahli Efisiensi Pemupukan

 

Petani di Kabupaten Lebak, Pandeglang,  Serang, dan Banten harus mencari cara lain dalam pemupukan urea. Efisiensi serapan hara N-Urea di daerah-daerah tersebut sangat rendah sekitar 20%. Artinya jika petani memberikan 300 kg pupuk Urea/ha, maka pupuk Urea yang diserap akar tanaman hanya 60 kg Urea/ha, dan 240 kg Urea/ha hilang karena tercuci atau menguap ke udara.

 

Jika pupuk N-Urea yang didistribusikan pada lahan pertanian seluruh Indonesia diprediksi 3 juta ton/tahun dengan harga Rp. 4.000,-/kg, maka artinya Rp. 12,000,000,000,000,- (dua belas triliun rupiah) hilang percuma.

 

Pupuk N-Urea yang diberikan dengan dosis tinggi mengakibatkan permasalahan baru, yaitu kerusakan sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang ujung-ujungnya yaitu “nutritional disorder”.  

 

Jika masalah lapangan ini tidak disiasati, maka jangan diharapkan Indonesia bisa swasembada pangan secara berkelanjutan, sehingga ketahanan pangan dan kedaulatan bangsa hanya impian.

 

Pemerintah Daerah (Pemda) Banten dan Pemda lainnya di Indonesia harus meningkatkan efisiensi serapan pupuk N-Urea melalui optimalisasi sumberdaya lokal dalam bentuk mineral zeolite yang diperkaya dengan asam humat untuk meningkatkan efisien serapan N-Urea yang semula hanya 20% menjadi 80%.

 

Pakai Granulator

 

Pemda Banten sangat beruntung karena banyak dijumpai mineral zeolite di Bayah, yang potensial untuk mengembalikan tanah pertanian yang telah rusak. Untuk melakukan sosialisasi cara meningkatkan serapan pupuk N-Urea, Pemda Banten melakukan pelatihan setiap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Setiap Gapoktan wajib memiliki alat granulator untuk mencampurkan pupuk N-Urea dengan mineral zeolite secara proporsional 50% : 50%.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162