Loading...

Menjual Produk Pertanian Perlu Seni

13:00 WIB | Wednesday, 19-July-2017 | Non Komoditi, Tips & Santai | Penulis : Kontributor

Menjual produk pertanian ternyata perlu seni dan kreatifitas. Dengan cara tersebut barang dagangan pun bisa lebih menarik dan laku terjual. Misalnya yang dilakukan  Kaslil, Penyuluh Pertanian dari Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah.

 

Terinpirasi Kontes Hortikultura Nusantara yang digelar Mei 2017 lalu, Kaslil mencoba sedikit sentuhan kreativitasnya pada bawang merah yang baru saja dipanen. Awalnya cuma iseng mengisi waktu luangnya sambil menunggu waktu berbuka puasa, tapi ternyata menghasilkan sesuatu yang menarik dan agak unik.

 

Daun-daung bawang merah yang sudah mulai mengering, dijalin menjadi satu berbentuk anyaman dengan berbagai model. Dengan kreativitas seperti itu, bawang merah miliknya menjadi terlihat menarik. Akhirnya mampu menarik minat pembeli yang ingin membeli dengan harga lebih tinggi.

 

“Jika hanya dengan penampilan biasa, sama saja dengan yang dijual di pasar, tidak ada daya tariknya. Tapi, kalau dengan tampilan seperti ini, pembeli tidak segan membeli, meski harganya lebih tinggi. Ini karena penampilannya lebih menarik, bisa menjadi pajangan dapur, menjual produk pertanian ternyata juga butuh sedikit sentuhan seni,” tuturnya sambil tersenyum.

 

Untaian bawang merah yang terlihat unik dan cantik ini langsung menarik minat pembeli yang datang ke rumahnya. Kaslil cukup memajangnya di meja yang pada hari-hari di luar bulan Puasa menjadi warung kopi. Sedikit promosi lewat media sosial, pembeli pun berdatangan ke tempat tinggalnya yang berada di bibir Danau Laut Tawar itu.

 

“Setiap untaian berisi satu kilogram, kalau yang double 2 kilogram. Saya pasang harga 20 ribu/kg, mereka nggak nawar lagi, mungkin bukan sekedar perlu bawang merahnya, tapi juga tertarik dengan penampilannya, padahal kalau di pasar harganya hanya sekitar 15 ribu per kilogram,” ungkap Kaslil.

 

Ke depan Kaslil berencana mengajarkan kreativitas ini kepada petani bawang merah binaannya. Sebab, dengan penampilan menarik seperti itu, bawang merah bisa menjadi produk oleh-oleh bagi wisatawan yang berkunjung ke daerah ini. Kreativitas cerdas tentunya, bukan cuma berfikir untuk mencari keuntungan pribadi, tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Fathan/Yul

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162