Loading...

Menteri Amran-Rektor IPB Kerja Bareng Cetak Mahasiswa Pencipta Inovasi

17:25 WIB | Tuesday, 14-August-2018 | Nasional | Penulis : Gesha

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman bersama Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) siap kerja bareng untuk sama-sama mewujudkan inovasi pertanian menuju lumbung pangan dunia 2045 (dok. Humas Kementan)

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama Rektor IPB, Arif Satria kerja bareng mencetak mahasiswa baru pertanian untuk menghasilkan inovasi baru dalam mempercepat pembangunan pertanian dan mensejahterakan petani. Pasalnya, yang bisa merubah suatu bangsa adalah pemuda yang mampu menciptakan inovasi sehingga pembangunan karakter mahasiswa baru harus jadi program prioritas.

 

Hal ini terungkap saat Menteri Amran memberikan kuliah umum pada rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Kampus Mahasiswa Baru 2018 IPB sebanyak 4.000 orang di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Selasa (14/8).

 

Menteri Amran menekankan mahasiswa baru IPB harus mampu menghasilkan inovasi baru yang dapat memajukan sektor pertanian dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. "Karena pertanian tanpa inovasi tidak akan maju," tegasnya

 

Tantangan pembangunan pertanian ke depan membutuhkan generasi muda unggul yang mampu melahirkan inovasi.

 

"Ini generasi muda yang akan melanjutkan sektor pertanian. Kami melihat (mereka) cerdas-cerdas, kritis, bahkan diharapkan bisa menghasilkan inovasi baru. Bayangkan,kalau 4.000 mahasiswa baru ini bergerak bersama-sama, bisa merubah Indonesia bahkan dunia,” tutur Amran.

 

Bahkan Menteri Amran menuturkan jika ada inovasi baru dari IPB dan kerjasama dengan Kementerian Pertanian, bisa diberikan royalti. Menteri Amran juga mengapresiasi atas inovasi-inovasi baru IPB, salah satunya telah menghasilkan varietas baru yakni padi IPB3S, produktivitasnya 13,5 ton per ha, sementara rata-rata nasional hanya 5 hingga 6 ton per ha.

 

“Kementan bantu pengembangan benih IPB3S mencapai Rp 50 miliar. Kami apresiasi kepada Rektor IPB, masih muda, cerdas, visioner dan energik. Kami sama-sama mendorong terciptanya generasi muda pertanian yang inovatif,” ujarnya.

 

Rektor IPB, Arif Satria mengungkapkan inovasi baru memiliki peran penting dalam pembangunan pertanian. “IPB tempat persemaian baru, menempa diri, akal, menggali ilmu, dan kewajiban, agar karya-karya mahasiswa menjadi inovasi baru. IPB terus berkarya melahirkan inovasi baru untuk mensejahterakan petani,” ucapnya.

 

Arif mencontohkan pengembangan IPB 3S yang akan ditingkatkan supplynya untuk bisa didistribusikan ke seluruh Indonesia.

 

Arif menambahkan IPB selalu bersanding dan menjalin kerja sama dengan Kementan melahirkan inovasi baru. Ini langkah kita untuk membuat manfaat bagi mayarakat. Mahasiswa diharapkan agar membuat blue print sejarah baru apa yang akan dihasilkan di kampus IPB," tuturnya.

 

Pengusaha Pertanian

 

Tak hanya inovasi, Menteri Amran juga menginginkan mahasiswa terjun langsung menjadi pengusaha sektor pertanian. Karena 80 persen konglomerat di Indonesia bergerak di sektor pertanian. "10 orang terkaya di Indonesia, dari delapan sampai 10 mereka bergerak di sektor pertanian. Bahkan Presiden Joko Widodo juga berasal dari kehutanan. Maka, berbanggalah masuk IPB," tuturnya.

 

Untuk menjadi pengusaha pertanian yang tangguh, mahasiswa harus memiliki karakter yang kuat dan cerdas sehingga nanti menjadi pemimpin dan sosok pengusaha pertanian yang sukses.

 

Menteri Amran sempat mencontohkan masa lalu yang mengajarkannya kini menjadi sosok yang kuat dan tangguh. “Dulu tinggal di kos-kosan ukuran 4x6 meter dan tinggal di desa terpencil, 12 bersaudara. Umur 9 tahun saya sudah cari uang, gali batu gunung. Kami lahir dalam keadaan miskin tapi kami tidak ingin dikuburkan dalam keadaan miskin," tekadnya saat itu.

 

Berkat tekad kuat itulah dirinya giat belajar hingga mengenyam kuliah di Universitas Hassanuddin, Sulawesi Selatan. Menteri Amran bahkan masih mengingat kuat saat berfoto semasa kuliah pada 1988 - 1993, dirinya mengenakan baju hadiah sabun. Bahkan selama 13 tahun, Menteri Amran hanya mempunyai sepasang baju hitam dan putih yang selalu dipakai masa kerja di PTPN XIV.

 

Saat membangun usaha di sektor pertanian, Menteri Amran sempat meminjam uang Rp 500 ribu dan kini sudah berbuah menjadi Rp 3 trilliun dalam waktu 8 tahun. "Kantorku dulu beratap rumbia, tapi kini di tahun 2018 sedang dibangun gedung baru di kawasan timur Jakarta milik Tiran Group," tuturnya.

 

Kunci sukses bagi dirinya hanya sederhana, kerja-kerja, yakin, ikhlas, Istiqomah. "Inshaa Allah pasti berhasil," tegasnya.

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162