Loading...

Menumpas Hama dan Penyakit pada Tanaman Jagung

10:09 WIB | Monday, 19-December-2016 | Mimbar Penyuluhan | Penulis : Kontributor

Hama dan penyakit apa saja yang sering menyerang tanaman jagung dan bagaimana mencegah dan mengendalikannya?

 

HAMA

 

Penggerek  Batang

 

Hama penggerek batang jagung merupakan serangga jenis Sesamia inferens W. Serangga ini meletakkan telurnya pada daun. Setelah menetas, larvanya akan memakan batang jagung. Gejala serangan hama ini adalah munculnya lubang pada batang. Selain itu, penggerek batang juga menyerang rambut dan pucuk tongkol buah. Jika dibiarkan, hama ini bisa menurunkan produksi atau bahkan akan menyebabkan gagal panen.

 

Pencegahan hama penggerek batang dilakukan dengan menanam jagung secara serempak, melakukan rotasi atau pergiliran tanaman, dan memusnahkan tanaman yang terserang. Pengendaliannya dengan menyemprotkan insektisida seperti Dursban, Decis, Matador, atau Curacron dengan dosis sesuai dengan aturan  pada kemasan.

 

Lalat

 

Hama Lalat (Atherigona exigua S) berwarna abu-abu berukuran 0,3-0,5 mm. Hama ini meletakkan telurnya yang berwarna putih di bawah permukaan daun. Setelah beberapa hari, telur menetas menjadi larva lalu memakan daun, pangkal daun, pangkal batang. Serangan larva lalat menyebabkan munculnya lubang-lubang di seluruh tanaman. Jika serangannya hebat, batang akan patah sebab pangkalnya habis dimakan.

 

Pencegahan hama lalat antara lain dengan melakukan penanaman secara serempak, memakai benih varietas yang tahan hama ini, memasang mulsa jerami di atas bedengan, dan selalu menjaga kebersihan bedengan gulma.

 

Pengendaliannya dilakukan dengan menyemprotkan insektisida seperti buldok 25 EC, Supracide 40 EC dengan dosis sesuai dengan aturan pada kemasan.

 

Ulat Tongkol

 

Ulat tongkol (Heliotis armigera) meletakkan telurnya yang berwarna putih di daun dan di rambut tongkol. Setelah menetas, telur akan berubah menjadi larva berwarna kuning dengan kepala berwarna hitam. Larva inilah yang akan meyerang tongkol buah, dan meyebabkan kebusukan. Pencegahan hama ini dilakukan dengan mengambil dan memusnahkan satu per satu. Jika serangannya hebat, pengendaliannya dilakukan dengan meyemprotkan insektisida seperti matador, Thiodan, atau Curancron dengan dosis sesuai aturan kemasan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162