Loading...

e-Tabloid Sinar Tani - Menyiasati Musim Kemarau

15:19 WIB | Thursday, 28-September-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-Tabloid Sinar Tani - Menyiasati Musim Kemarau

 

Musim kemarau yang berimbas terhadap kekeringan melanda beberapa sentra pertanian. Guna mencegah dampak lebih luas yakni turunnya produksi pangan, pemerintah telah mengantisipasi sejak jauh-jauh hari. Baik dengan program jangka pendek maupun panjang.

 

Bahkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman yakin tahun ini tidak akan ada paceklik. “Insya Allah tidak ada paceklik,” ujarnya usai melantik lima pejabat eseon II di lingkup Kementerian Pertanian, beberapa waktu lalu.

Optimisme tersebut tidak lepas dari data kekeringan yang masuk ke Kementerian Pertanian. Catatan Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Ditjen Tanaman Pangan, tercatat luas kekeringan pada pertanaman padi selama periode Januari-Agustus 2017 hanya 56.334 hektar (ha) dan puso 18.516 ha. Angka kekeringan tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2016, meski jika dilihat dari tanaman padi yang puso jauh lebih tinggi. Pada tahun 2016 lahan yang puso hanya 7.265 ha. 

Provinsi yang mengalami kerusakan tanaman padi akibat kekeringan yakni Aceh seluas 8.834 ha, puso 2.014 ha, Riau (kekeringan 1.469 ha, puso 55 ha), Jawa Barat (kekeringan 1.300 ha, tidak ada puso), Kalimantan Barat (kekeringan 153 ha, puso tidak ada), Sulawesi Selatan (kekeringan 19.454 ha, puso 16.355 ha), Sulawesi Barat (kekeringan 401, puso 3 ha).

Namun selama Musim Kemarau 2017 (periode April-Agustus) luas lahan yang kekeringan hanya 5.379 ha. Jumlah ini hanya 0,11% dari total keseluruhan areal tanam pada periode yang sama 4.869.051 ha.

Optimisme Amran tak akan terjadi paceklik, karena pemerintah sejak jauh hari sudah mengantisipasi dengan berbagai upaya melalui program jangka panjang dan jangka pendek. Jangka pendek dengan membuat sumur pantek dan pompanisasi air sungai di wilayah potensial, penyediaan benih unggul tahan kekeringan, pengaturan pola tanam. Untuk minimalisir resiko kekeringan, pemerintah menyediakan asuransi usaha tani dan menggenjot pertanaman di lahan rawa, lebak dan pasang surut. Bahkan untuk mendukung ketersediaan air pada lahan pertanian, pemerintah telah menyiapkan puluhan ribu pompa air untuk pengairan sawah.

Dalam jangka panjang, ung­kap Amran, pemerintah telah memprogramkan perbaikan irigasi, bantuan alsintan, pembangunan embung, pengembangan tata air mikro di lahan rawa dan pasang-surut. “Kami juga mem­berikan bantuan benih yang tahan kekeringan untuk mengantisipasi potensi kekeringan dan meng­hindari penurunan hasil produksi petani,” katanya.

Guna menjamin ketersediaan air irigasi, Kementerian Pertanian juga bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait pembangunan ben­dungan, DAM, jaringan iri­gasi primer dan sekunder serta melakukan normalisasi sungai, serta pembangunan irigasi tersier 3 juta ha. Kementerian Pertanian juga menggandeng Kementerian Desa dan PDTT membangun embung. Tahun 2017 ditargetkan 11 ribu dari total 30 ribu embung sudah terbangun dengan jangkauan 1,5-2 juta ha. 

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162