Loading...

Menyulap Limbah Pertanian Jadi Pupuk Organik Cair

21:09 WIB | Tuesday, 10-July-2018 | Sarana & Prasarana | Penulis : Kontributor

Pupuk Organik Cair

Saat ini penggunaan pupuk organik semakin tinggi, hal tersebut dipicu oleh kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Karenanya banyak yang berusaha membuat pupuk organik dari berbagai bahan, salah satunya dari limbah pertanian.

 

Tren kebutuhan pupuk organik alami dari tahun ke tahun semakin meningkat.  Hal tersebut sebagai akibat semakin mahal dan langkanya pupuk anorganik di pasaran. Selain itu meningkatnya permintaan produk organik seiring dengan upaya mengurangi atau menghindari penggunaan pupuk kimia yang ditengarai berdampak buruk bagi kesehatan dan lingkungan.

 

Beragam kreativitas pembuatan pupuk organik cair (POC) sudah bermunculan dengan menggunakan bahan-bahan limbah pertanian. Bahan-bahan tersebut ternyata bisa menghasilkan pupuk cair dengan unsur hara makro dan mikro yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.

 

Peneliti dari Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (BPLP), Sri Wahyuni pun mencoba melakukan terobosan dengan menghasilkan pupuk organik cair yang lebih unggul. “Produk ini sangat baik untuk pertumbuhan tanaman sayuran maupun padi sehingga dapat meningkatkan hasil,” ungkap Yuni.

 

Meskipun serupa dengan POC yang telah beredar, pupuk olahan BPLP ini memiliki perbedaan mendasar dari bahan limbah yang digunakan yaitu berbahan dasar abu sekam, sludge biogas, urin sapi, dan air. Pupuk ini memanfaatkan limbah pertanian, yang secara langsung mengurangi pencemaran, selain itu pupuk yang diformulasi mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. "Bahan yang digunakan lebih murah dan lebih lengkap kandungan haranya,” papar Yuni.

 

Sebab, POC yang beredar di pasaran saat ini, umumnya hanya mengandung unsur makro, sehingga kurang optimal untuk pertumbuhan tanaman. Pupuk organik cair buatan Yuni  mengandung unsur N, P, K, Ca, Mg, Cu, Zn, Mn, Fe. "Pupuk cair yang baik tidak saja mengandung unsur hara makro tetapi juga unsur mikro," tutur Yuni.

 

Cara penggunaan pupuk ini pun sangat sederhana yaitu dapat  disemprotkan pada bagian permukaan tanaman (daun dan batang). Pupuk dapat diberikan pada tanaman padi, palawija, sayuran, dan tanaman lainnya.

 

Pertanian Organik

 

Pupuk yang diformula Sri Wahyuni telah dipatenkan, dengan sertifikat  paten nomor IDP000049678B. Untuk memproduksi pupuk ini secara masal, Yuni berharap ada mitra yang berminat melisensi produk ini.

 

Untuk mempromosikan pupuk tersebut, Yuni memamerkan produknya pada kegiatan “Aksi Peduli Lingkungan” yang digelar Balai Penelitian Lingkungan, Pati beberapa hari lalu (2/7/2018).

 

Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin, pada kesempatan tersebut mengungkapkan di sekeliling kita banyak bahan-bahan yang bisa dimanfaatkan (untuk pembuatan pupuk organik) dan menjadikan bahan tersebut bernilai ekonomi.

 

Kepala Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian Dedi Nursyamsi menyampaikan, pemanfaatan pupuk organik termasuk pupuk cair organik  merupakan salah satu bagian dari pertanian organik sekaligus bagian dari pertanian ramah lingkungan.

Pertanian organik memiliki beberapa keunggulan antara lain dapat menghasilkan produk dengan nilai jual dan produktivitas yang lebih tinggi dibanding dengan pertanian konvensional.

 

Namun dengan mudahnya pembuatan pupuk, banyak beredar pupuk organik yang belum tentu bisa dipertanggungjawabkan khasiatnya. Karena itu adanya regulasi melalui Permentan No. 70 Tahun 2011 tentang pupuk organik, pupuk hayati dan pembenah tanah bisa berguna untuk mengontrol kualitas produk pupuk tersebut. (gsh)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162