Loading...

Merdeka Tapi Terjajah

14:33 WIB | Tuesday, 22-August-2017 | Agri Wacana, Kolom | Penulis : Kontributor

Seorang pejuang veteran tua renta dengan suara lirih bertutur tentang keresahaannya melihat Indonesia yang sangat dia cintai. Dengan suara terbata-bata namun tegas dia menyatakan kekecewaannya menyaksikan Indonesia yang dulu diperjuangkan dengan taruhan nyawa, ternyata sekarang terjebak menjadi negara yang menanggung banyak hutang.

 

Dia kecewa, perjuangannya bersama-sama jutaan pejuang lain dan seluruh rakyat Indonesia ketika itu, seolah tidak lagi bernilai karena ternyata Indonesia merdeka yang diidam-idamkan justru terjajah oleh para pejabat dan politisi yang korup. Dia juga kecewa karena kemerdekaan yang telah didapat selama 72 tahun belum mampu memerdekakan para petani, buruh, nelayan, pedagang kaki lima, dan lainnya dari penjajah bernama kemiskinan.

 

Kekecewaan itu memang pantas bila kita dengan jujur menilai perjalanan panjang 72 tahun kemerdekaan negeri ini. Maraknya kasus korupsi masih menghiasi halaman depan suratkabar dan menjadi berita utama TV. Artinya, negara ini memang belum merdeka dari cengkeraman para koruptor.

 

Status sebagai negara merdeka juga belum mampu memerdekaan sebagian rakyatnya dari jurang kemiskinan. Data BPS menunjukkan 30 juta rakyat masih berstatus sebagai rakyat miskin. Artinya, masih banyak rakyat yang terjajah oleh penjajah bernama kemiskinan.

 

Kata kemerdekaan memang bisa memiliki berjuta makna, bergantung siapa yang memberi makna. Bagi para petani kemerdekaan mungkin berarti kebebasan dari segala kendala dalam menjalankan usahataninya. Hama dan semua penyakit tanaman merupakan musuh abadi para petani yang bisa menjadi perenggut kemerdekaannya.

 

Harga sarana produksi yang menjerat leher juga menjadi penjajah yang menghapus kemerdekaannya. Harga jual hasil panen yang sering terjun bebas juga menjadi perampok yang menyita kemerdekaan mereka. Bagi para petani kemerdekaan adalah kemudahan dalam bertani, terbebas dari serangan hama dan penyakit, dan yang pasti bisa hidup sejahtera dari menjual hasil panennya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162