Loading...

Mewujudkan Desa Mandiri Energi

10:48 WIB | Thursday, 03-September-2015 | Opini, Agri Wacana | Penulis : Kontributor

TEGUH HARYANTO, Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan 2015

 

Berawal dari hasrat pribadi mengaplikasikan teknologi sederhana penghasil biogas, seorang petani asal Banjarnegara Jawa Tengah terus berupaya keras menjadikan wilayah tempat tinggalnya sebagai “desa Mandiri Energi”.

 

Adalah Teguh Haryanto, pria kelahiran Banjarnegara 20 April 1982 yang begitu dikenal piawai dalam menghasilkan biogas dari kotoran ternak. Namanya belakangan kian populer karena ditetapkan oleh pemerintah pusat sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya Teladan Tingkat Nasional tahun 2015.

 

Sebelumnya telah begitu banyak prestasi diraihnya. Pada tahun 2014 di samping sebagai Juara II Lomba KRENOVA Kabupaten Banjarnegara, suami dari Nur Eka ini juga menjadi juara III Penyuluh Pertanian Swadaya tingkat Provinsi Jawa Tengah.

 

Keberhasilan Teguh menarik perhatian Kantor Lingkungan Hidup (KLH), sehingga pada peringatan hari lingkungan hidup, ia diajak serta menghadiri peresmian instalasi Biogas Kotoran Ternak Kambing bantuan dari KLH sebanyak tujuh unit dan pada akhir tahun anggaran 2014 ditambah lagi sebanyak 35 unit.

 

Berdomisili di Desa Kesenet, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Teguh yang berprofesi sebagai petani salak dan peternak kambing ini berstatus sebagai Penyuluh Pertanian Swadaya UP-FMA Bhakti Muda. UP-FMA merupakan Unit Pengelola Kegiatan Penyuluhan yang dilaksanakan dari, oleh dan untuk petani.

 

Sebagai penyuluh swadaya dari Replikasi FEATI (Farmer Empowerment Through Agricultural Technology and Information/Program Pemberdayaan Petani melalui Teknologi dan Informasi Pertanian) Provinsi Jawa Tengah, Teguh sejauh ini telah berpartisipasi dalam banyak kegiatan.

 

Pada tahun 2013 misalnya ia diminta menjadi narasumber pada kegiatan pelatihan peternakan dan pengolahan limbah program PNPM serta pelatihan fermentasi pakan. Pada 2014 ia banyak didaulat menjadi narasumber pelatihan pengolahan pupuk organik serta pemanfaatan limbah ternak sebagai alternatif energi.

 

Teguh sendiri pada 2013 pernah mendapat kesempatan dari Badan Pelaksana Penyuluhan (Bapeluh) Kabupaten Banjarnegara, untuk mengikuti Pelatihan Pengolahan Limbah Ternak di Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu Malang.

 

Manfaatkan Kotoran Kambing

 

Berbekal hasil pelatihan dari BBPP Batu tersebut, Teguh didukung rekan-rekan sesama petani mampu melakukan sebuah inovasi luar biasa. Ternyata hanya dengan 5-6 ekor kambing, ia sudah bisa menghasilkan biogas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga.

 

Oleh Teguh Haryanto, biogas dari kotoran kambing tersebut dimanfaatkan untuk memasak, penggerak genset dan mesin pemotong rumput. Selain itu, kotoran masih dapat digunakan untuk pupuk tanaman dan Gapoktan binaannya kini telah memproduksi pupuk organik/kompos.

 

Kegigihan pria lulusan sekolah dasar ini dalam memasyarakatkan penggunaan kotoran kambing sebagai bahan bakar biogas lantaran ia menilai teknologi pembuatan biogas merupakan teknologi ramah lingkungan. Teknologi ini tepat guna dan memiliki manfaat ganda. Kotoran ternak tidak terbuang percuma dan pengeluaran keluarga dapat ditekan hingga 50%.

 

Upaya Teguh menghasilkan biogas dari kotoran kambing belakangan diikuti oleh masyarakat di desanya. Kini tak kurang 42 kepala keluarga (KK) telah menggunakan biogas untuk memasak dan penerangan. Mimpi Teguh untuk menjadikan desanya mandiri dalam penyediaan energi tampaknya bukan tidak mungkin akan terwujud. Semoga. Siti Nurjanah/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

Editor : Julianto

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162