Loading...

Mina Padi

10:47 WIB | Monday, 21-November-2016 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Dalam gelar teknologi pertanian di lahan 100 hektar di peringatan HPS ke-36 yang lalu, Presiden RI Joko Widodo, saat melihat lahan pengembangan Mina Padi Jajar Legowo Super dengan ikan nila dan lele, menginstruksikan Kementerian Pertanian melakukan pemetaan untuk pengembangan Mina Padi Jajar Legowo Super, teknologi budidaya padi secara terpadu berbasis cara tanam jajar legowo dengan teknologi Mina Padi, sebagai subsistem usaha tani padi dan ikan di lahan sawah irigasi.

 

Diharapkan hasil uji coba tersebut harus dikembangkan di seluruh Indonesia untuk memperluas areal tanam dan mendukung peningkatan produksi padi. Kunci utamanya pada benih, dari biasanya lima sampai enam ton dan sekarang mampu 11 ton per hektar, lahan tetap satu hektar tapi hasil produksinya bisa dua kali lipat.

 

Pada lahan uji coba tersebut ditanam varietas unggul baru padi Inpari 30, Inpari 32, dan Inpari 33 dengan sistem tanam dua banding satu, dan teknologi Mina Padi. Teknologi ini memanfaatkan benih bermutu dengan potensi hasil tinggi, biodekomposer pada saat pengolahan tanah, pupuk hayati sebagai seed treatment dan pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu, serta penggunaan alat mesin pertanian terutama untk tanam dan panen.

 

Kelebihan Mina Padi ini tidak perlu matun atau penyiangan gulma, serangan hama dan penyakit berkurang. Ini karena telur hama sebelum menetas sudah dimakan ikan, sehingga tidak sempat berkembang. Hama tikus juga tidak masuk ke lahan padi karena ada genangan air. Kemudian minapadi juga tidak mengurangi jumlah rumpun padi, produk padi bisa mencapai delapan ton per hektar, sedangkan kalau padi saja kurang dari enam ton per hektar.

 

Mina Padi yang merupakan metode pemeliharaan ikan dan padi dalam satu hamparan sawah ini dalam penerapan sistemnya dapat meningkatkan produktivitas lahan sawah karena selain padi, petani juga akan mendapatkan ikan. Budidaya ikan sistem mina padi umumnya dilakukan pada periode penyelang antar-pertanaman padi dan tumpang sari bersama padi. Pada prinsipnya, kondisi sawah yang selalu tergenang air memungkinkan untuk budidaya ikan. Potensi pengembangan Mina Padi dapat diketahui dari kesesuaian lahan untuk padi sawah ditambah ketersediaan jaringan irigasi. Jaringan irigasi digunakan untuk mengakomodir keperluan air yang tersedia untuk mina padi.

 

Sawah harus didesain agar optimum untuk budidaya ikan. Mengingat aplikasi pestisida untuk membunuh hama dalam pertanaman padi juga dapat membunuh ikan. Oleh karena itu, agar sawah sesuai untuk budidaya ikan dalam sistem Mina Padi, desain dan pengelolaan sawah harus dibuat agar mendukung pertumbuhan ikan maupun padi.

 

Informasi mengenai wilayah yang berpotensi untuk lokasi budidaya merupakan faktor penting dalam pengembangan perikanan. Informasi dan data potensi lahan akan memberikan panduan dalam memilih lokasi yang sesuai. Jadi memang kita perlu untuk mengidentifikasi kesesuaian lahan untuk mina padi berdasarkan kesesuaian lahan untuk padi sawah dan ketersediaan daerah irigasi ini.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162