Loading...

Modus Baru, Penyelundupan Satwa dan Benih Lewat Kantor Pos

13:10 WIB | Tuesday, 18-October-2016 | Non Komoditi, Karantina | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini menunjukkan intruksi stop pungli

Balai   Besar   Karantina  Pertanian  Bandar Udara Soekarno Hatta  dalam  beberapa   bulan   terakhir berhasil mencegah pengeluaran satwa dilindungi yang akan dikirim ke luar negeri melalui kantor pos.

 

“Penyelundupan   hewan,   tumbuhan   dan   produk   pertanian   melalui   kantor   pos   terindikasi semakin meningkat, diikuti pula dengan munculnya modus baru,” kata Kepala  Badan  Karantina  Pertanian (Barantan),  Banun   Harpini di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Data sejak Juli-Oktober 2016 ditemukan 58 ekor ular, dua ekor kura-kura dan  satu ekor biawak   yang akan dibawa ke Cina,  Australia,  Filipina  dan Malaysia.  Bahkan ada jenis  ular berbisa dan sangat membahayakan  penerbangan bila dikirim seadanya dengan modus ini. “Beberapa hewan yang akan diselundupkan termasuk satwa yang dilindungi dalam Appendix II CITES,” katanya.

 

Dengan makin ketatnya pengawasan Barantan di pintu pemasukan dan pengeluaran   Bandar Udara Soekarno Hatta, membuat penyelundup mencari modus baru. Caranya melalui kantor pos. Mereka menggunakan tas sekolah dan mainan anak-anak, loudspeaker, dan koper untuk menyembunyikan satwa ini.

 

Selain itu mencegah keluarnya satwa yang dilindungi, Karantina Bandar Udara Soekarno Hatta juga mencegah masuknya produk pertanian dari luar negeri yang diduga masuk tanpa ijin. Karantina menahan 84 sachet benih sayuran asal Inchion Korea atau setara dengan 1,7 kg, benih padi dari Cina 3,7 kg, serta 25 batang bibit kurma asal dari Dubai.

 

Melihat  kondisi ini, Banun menegaskan, akan terus meningkatkan pengawasan agar satwa yang dilindungi ini tidak keluar dari wilayah NKRI. Badan Karantina juga berupaya mencegah agar produk-produk ilegal tidak masuk ke Indonesia yang dapat merugikan masyarakat.

 

“Bagi masyarakat yang mengetahui ada produk pertanian atau satwa dilindungi segera melaporkan kepada petugas karantina jika ada produk pertanian yang akan dilalulintaskan secara ilegal,” himbau Banun.

 

Menurut Banun, prosedur dan biaya layanan karantina mudah dan transparan. Biaya pemeriksaan layanan Karantina sudah ditetapkan dalam PP No. 35 tahun  2016   tentang Penerimaan  Negara Bukan Pajak (PNBP).

 

Sementara itu untuk  memastikan seluruh  sistem layanan  berjalan  baik,  Banun  mengatakan, pihaknya telah membentuk  Tim Pengawasan Anti Pungutan Liar (Pungli). Hal ini untuk memastikan jaminan transparansi dan layanan publik dan menjaga integritas petugas karantina pertanian dalam menjalankan tugasnya. “Masyarakat juga dapat menyampaikan keluhan pelayanan karantina pertanian, melalui sms center kantor pusat di nomor 081212000336,” ujar banun.  Tia/Yul

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162