Loading...

Mudik Produktif

08:54 WIB | Tuesday, 04-July-2017 | Agri Wacana, Kolom | Penulis : Kontributor

Tidak terasa kita sudah mudik lagi. Jutaan orang bergerak di seluruh pelosok negeri untuk saling berkunjung dan mengunjungi. Ritual tahunan yang luar biasa ‘dahsyat’ ini mampu menggerakkan potensi ekonomi yang sangat besar karena menjadi ajang bagi sebagian orang untuk membawa uang dan modal dari kota menuju desa. Memang masih lebih banyak yang hanya ‘membang’ uang, namun juga ada yang menabar investasi dan peluang bisnis di perdesaan. Oleh karena itu, ritual mudik sebaiknya juga dimanfaatkan sebagai momentum menggerakkan potensi ekonomi dari kota ke desa.

 

Fenomena ini menarik terutama bila dikaitkan dengan keterbatasan pengembangan kawasan perdesaan, yang kemudian berdampak pada tingkat kesejahteraan. Jutaan warga desa terutama petani masih miskin karena tidak memiliki akses untuk mengembangkan potensi desanya. Banyak di antara mereka tidak bekerja, kalaupun bekerja cenderung musiman. Data angka BPS tahun 2014 menyebut, dari 121,87 juta potensi tenaga kerja yang ada, ternyata masih ada 7,24 juta orang atau 5,9 persen yang tidak bekerja. Dan sebagian besar dari mereka ada di pedesaan.

 

Oleh karena itu wajar bila sektor pertanian selalu menjadi ‘penampung’ tenaga kerja terbesar di negeri ini. Tahun 2014 tercatat sektor pertanian menyerap 40,8 persen dari jumlah tenaga kerja Indonesia. Artinya, sektor pertanian menjadi sektor ekonomi yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar rakyat. Demikian juga dengan angka pengangguran, cenderung menumpuk di perkotaan. Tercatat tahun 2014, pengangguran di kota mencapai 4,26 jiwa, sementara di desa hanya 2,9 juta jiwa. Hal ini menunjukkan, lebih banyak orang bisa bekerja di pedesaan daripada di perkotaan.

 

Berkaitan dengan fenomena mudik maka akan lebih baik bila ritual ini juga bisa memberi manfaat bagi penduduk desa, terutama dalam penciptaan lapangan kerja serta menumbuhkan potensi ekonomi. Uang yang cukup besar yang mengalir bersama para pemudik akan lebih baik bila diarahkan untuk berbagai kegiatan produktif serta dapat menggerakkan perekonomian perdesaan. Sudah saatnya orang kota mengolasikan uang lebarannya untuk berinvestasi di kegiatan bisnis yang mampu menggerakkan perekonomian desa. Salah satu yang menarik adalah industri kecil berbasis produk lokal perdesaan.

 

Para pemudik dari kota juga diharapkan dapat membuka pasar yang seluas-luasnya bagi produk desa yang dikunjungi. Berbagai produk perdesaan bisa dipasarkan di kota yang memungkinkan pengembangan produk itu di perdesaan. Saat mudik seperti sekarang ini ada baiknya ‘orang kota’ berkeliling desa mencari potensi unik dan berkualitas yang bisa dipasarkan di kota. Tidak ada salahnya berinvestasi dengan menanam modal untuk pengembangan produk-produk tertentu yang berpeluang dikembangkan dalam skala besar.

 

Dengan model ‘mudik produktif’ seperti ini potensi desa akan semakin berkembang, dan peluang kerja bagi warga desa juga terbuka.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162