Loading...

Nilai Tambah Tanaman Cengkeh

11:18 WIB | Monday, 11-September-2017 | Mimbar Penyuluhan | Penulis : Kontributor

Tanaman cengkeh (Syzigium aromaticum) sebagian besar diusahakan oleh perkebunan rakyat. Hasil utama tanaman cengkeh adalah bunganya yang dipanen pada saat kelopak bunga belum mekar.

 

Bunga cengkeh kering merupakan salah satu bahan baku utama untuk industri rokok kretek yang merupakan rokok khas Indonesia.

 

Pada awal tahun 1990, total areal cengkeh mencapai sekitar 700.000 ha dengan produksi 120.000 ton per tahun. Produksi tersebut sudah melampaui kebutuhan cengkeh dalam negeri yang waktu itu sekitar 100.000 ton per tahun, sehingga terjadi kelebihan pasokan.

 

Produksi cengkeh Indonesia sejak tahun 1996 mengalami penurunan sebagai dampak dari ketidakpastian harga yang menyebabkan petani enggan memelihara tanamannya. Berdasarkan data produksi cengkeh, pada tahun 2004 dan 2005 terjadi defisit pasokan, karena kebutuhan industri rokok kretek rata-rata 92.133 ton per tahun. Diperkirakan untuk lima tahun mendatang, produksi cengkeh habis terserap seluruhnya untuk kebutuhan pabrik rokok. Potensi tanaman cengkeh yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah daun cengkeh (daun gugur) dan tangkai bunga. Produk olahan yang dapat dihasilkan dari bunga, daun dan tangkai bunga (gagang) adalah : minyak cengkeh, eugenol dari minyak cengkeh dan senyawa turunan dari eugenol.

 

Nilai Tambah

 

Nilai tambah adalah suatu perubahan nilai yang terjadi karena adanya perlakuan terhadap suatu input pada suatu proses produksi. Arus peningkatan nilai tambah komoditas pertanian terjadi di setiap mata rantai pasok hulu ke hilir yang berawal dari petani dan berakhir pada konsumen akhir. Nilai tambah pada setiap anggota rantai pasok berbeda-beda tergantung dari input dan perlakuan oleh setiap anggota rantai pasok tersebut.

 

Penggunaan teknologi yang semakin tinggi akan membuat nilai tambah yang bisa diperoleh juga semakin tinggi. Jumlah nilai tambah dihitung atas dasar jumlah satuan produk yang dihasilkan dikalikan jumlah nilai tambah yang ada pada tiap satuan produk itu. Lalu nilai tambah pada tiap satuan produk bisa dihitung atas dasar nilai tambah yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dibagi jumlah satuan produk yang dihasilkan.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162