Loading...

Nur Gaybita, Abdikan Seluruh Hidupnya untuk Pertanian

11:19 WIB | Thursday, 05-January-2017 | Kabar Penas KTNA XV 2017, Kontak Tani Sukses | Penulis : Kontributor

Lahir dari keluarga petani yang sederhana, M. Nur Gaybita, putra asli Gayo kelahiran Kampung Bintang, Aceh Tengah, sejak usia muda sudah tertarik pada dunia pertanian. Setamat SMA Negeri 1 Takengon Tahun 1962, dia memilih Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai tempat untuk memperdalam ilmu pertanian.

 

Hanya bertahan selama satu tahun di IPB, Nur Gaybita justru memilih tawaran ikatan dinas dari Akademi Pertanian Ciawi, Bogor sampai memperoleh gelar sarjana muda pertanian dengan gelar BA pada tahun 1965. Selesai Akademi Pertanian, Nur muda langsung bergabung dengan Departemen Pertanian sebagai Penyuluh Pertanian di wilayah Banten. Waktu itu Banten masih menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat.

 

Tahun 1966, Nur terpanggil ikut membangun daerahnya. Diapun kembali ke Aceh dan diangkat sebagai Petugas Statistik Pertanian pada Dinas Pertanian Aceh. Panggilan jiwanya yang selalu ingin terjun langsung ke lapangan mempraktekkan ilmu pertanian dari bangku kuliah, membuatnya memilih kembali ke tanah kelahirannya di Gayo sebagai petani.

 

Berbagai usaha tani dijalaninya, mulai dari budidaya tembakau, padi, kedelai dan berbagai komoditi pertanian lainnya menjadi pilihan usahanya. Namun keinginan untuk menjadi petani ditentang orang tuanya yang menginginkan Nur menjadi pegawai negeri sipil.  

 

Nur pun kembali ke habitat nya pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan Aceh tahun 1968. Merintis karir pegawai dari bawah, kemudian karirnya mulai menanjak  karena waktu itu tenaga skill bidang pertanian masih sangat langka di Aceh. Menduduki jabatan sebagai Kepala Seksi (Kasi) Produksi Pertanian, Nur seperti menemukan dunianya kembali.

 

Dia jadi sering turun ke lapangan terlibat langsung dengan proses produksi pertanian. Sambil menjalankan tugasnya, Nur juga sempat menyelesaikan kuliah yang tertunda, sampai akhirnya meraih gelar Insinyur Pertanian dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Tahun 1977.

 

Melihat skill yang dimilikinya, akhirnya pada tahun 1978, Nur mendapat kepercayaan dari Gubernur Aceh waktu itu untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Dinas Pertanian Provinsi Aceh.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162