Loading...

Omset TTI Capai Rp 100 Miliar

10:37 WIB | Tuesday, 17-October-2017 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Clara Agustin

Mulai dikembangkan sejak tahun 2016, hingga saat ini total omset Toko Tani Indonesia (TTI) sudah mencapai lebih dari Rp 100 miliar, hasil kontribusi dari TTI yang tersebar di berbagai daerah serta dari TTI Center.

 

Jumlah TTI kini terdata sudah mencapai 2.839 unit tersebar di 32 provinsi (kecuali Kepri dan Kaltara). Bahan pangan yang dijual antara lain beras, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, gula pasir, minyak goreng, daging sapi, daging kerbau, daging ayam dan telur ayam.

 

“Bahan pangan kebutuhan pokok yang kita jual di TTI ini harganya murah. Tidak lebih dari HET (Harga Eceran Tertinggi) yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi saat acara Konferensi Pers Perkembangan TTI di TTI Center Jakarta Selatan, Minggu (15/10).

 

Keberadaan TTI dalam rangka pengendalian harga, menurut Agung, telah dirasakan dampak positifnya oleh masyarakat. Outlet TTI Center (TTIC) yang berada di daerah Pasar Minggu Jakarta Selatan berfungsi sebagai outlet besar dan telah merambah ke daerah lainnya. Medan, Palembang, Lampung, Banten, hingga Makassar.

 

“Target TTI di 2017 adalah 1.000 TTI dan sekarang sudah 1.240 TTI. Artinya sudah melebihi target dan rencananya di tahun 2018 akan ada penambahan lagi 1.000 TTI,” tambah Agung.

 

Untuk mendapatkan pangan murah dan berkualitas, tidak harus membeli langsung ke outlet melainkan juga bisa melalui online. Untuk wilayah Jabodetabek, bisa menggunakan jasa ojek online (Gojek). “Berdasarkan data hingga akhir September transaksi dengan menggunakan Gojek ini sudah mencapai 25 juta transaksi,” kata Agung.

 

Walaupun mendapatkan barang di TTI sudah mudah (dengan online), tetap kedepannya TTI harus terus melakukan inovasi dalam upaya pengembangan pasarnya. Kedepan TTIC akan dirancang sebagai distribution center yang menghubungkan kebutuhan TTI dengan Gapoktan/Kelompok tani binaan dalam volume besar. Sehingga wilayah penyangga (daerah produsen) dapat memasok wilayah konsumen melalui TTIC yang hasil akhirnya akan menimbulkan keseimbangan dalam penyediaan pangan.

 

“Rencananya di tahun depan kami akan menambah 500 Gapoktan sebagai sumber pasokan aneka bahan pangan ke TTI,” pungkas Agung. Cla/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162