Loading...

Panen Beras Merah di Lahan Tandus Gunung Kidul

12:05 WIB | Wednesday, 10-January-2018 | Komoditi, Pangan | Penulis : Indarto

Di sejumlah daerah pada awal Januari 2018 mulai panen padi. Panen raya diperkirakan terjadi pada Februari-April mendatang. Tak terkecuali sawah-sawah di daerah lahan kering/tadah hujan seperti di Kab. Gunung Kidul pada Januari 2018 juga panen padi.

 

Apabila di sejumlah daerah panen padi biasa (beras putih), di Gunung Kidul yang lahannya tandus ini petaninya malah panen padi beras merah varietas segreng handayani. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan, Momon Rusmono, memantau langsung kegiatan panen padi di Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta DIY), Selasa (9/01).

 

"Meskipun ditanam di daerah tandus, produktivitasnya bisa mencapai 5,2 ton gabah/ha dengan harga jual Rp 6.200/kg gabah kering giling (GKG)," kata Momon.

 

Petani Desa Melikan, Kec. Rongkop, Gunung Kidul menanam padi sistem tumpangsari. Ada yang ditumpangsari dengan jagung dan ada juga dengan ubi kayu. Sehingga, petani di desa ini selain bisa panen padi dalam waktu 100 hari, juga bisa panen jagung dan ubi kayu.

 

Menurut Momon Rusmono, padi yang dipanen umumnya tak langsung dijual, tapi diutamakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan, sebagian dari hasil panennya disimpan sampai musim tanam berikutnya.

 

"Jadi di musim paceklik yang biasanya jatuh pada Desember-Januari, petani Gunung Kidul tak kekurangan bahan pangan. Justru di saat ini petani Gunung Kidul mampu menjual hasil panennya dengan harga tinggi," kata Momon.

 

Panen di Desa Melikan, Kec. Rongkop, Gunung Kidul ini, menurut Momon, patut diapresiasi. Sebab, potensi panen di Gunung Kidul pada Januari mencapai areal 20 ribu ha. Sementara itu potensi panen pada Januari di Provinsi DIY sebanyak 30 ribu ha. Artinya, sebanyak 70% produksi padi di DIY disokong dari Gunung Kidul. "Luas panen di Kec. Rongkop pada Januari sebanyak 2.000 ha. Sedangkan di Desa Melikan sekitar 25 ha," ujar Momon.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunung Kidul, Bambang Wisnu Broto mengemukakan, agar petani bisa bertanam di lahan kering pihaknya mengoptimalkan kawasan yang ada sumber airnya. Petani juga diberi bantuan sumur pompa agar kegiatan budidaya padinya dilakukan optimal.

 

"Pada Agustus tahun lalu (musim kemarau), kita tanam padi di lahan seluas 6 ha. Pada 11 Desember bisa panen sebanyak 4,2 ton/ha," jelas Bambang. Idt/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162