Loading...

PANEN PADI PERDANA DI BANYUMAS

12:58 WIB | Sunday, 14-January-2018 | Nusantara | Penulis : Kontributor

 

 Panen padi tiap hari terus berlangsung di lapangan. Kementerian Pertanian berharap Bulog bisa menyerapnya untuk dijadikan stok beras nasional. Gerakan Panen Setiap Hari di seluruh Kabupaten di Indonesia pun digerakkan Kementan. Salah satu Kabupaten yang dipilih untuk melakukan Gerakan Panen Padi hari ini adalah Kabupaten Banyumas, tepatnya di Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang. Panen padi perdana dilaksanakan di Dusun Kutowinangun, Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang  di lahan seluas 52 Ha milik Kelompoktani Bumi Jaya dengan Ketua Tumin Sumarjo.

 

 

 

 

Panen padi ini merupakan awal dari datangnya musim panen  di Kecamatan Jatilawang, khususnya di Desa Tinggarjaya  yang memiliki potensi panen dengan luasan 350 Ha. Varietas yang digunakan adalah Inpari 13, 31 dan 33 dengan prediksi untuk produktivitas sebesar 8-9 Ton/Ha Gabah Kering Panen.

 

 

 

            Panen Perdana di hadiri oleh Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian Siti Munifah , Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala BBPP Batu, Danrem 071 Wijayakusuma, Dandim 07/01, Kepala BPTP Provinsi Jateng, Kepala Sub Divre Bulog Banyumas, dan Kepala BPS Banyumas. Peserta lainnyan yang hadir pada panen perdana adalah perwakilan petani yang tergabung dalam Poktan Tegal Jaya, Poktan Ngudi Jaya dan Poktan Bumi Jaya. Selain itu hadir pula hadir pula petugas penyuluh pertanian, petugas POPT, Mantri Tani dan anggota Babinsa dari wilayah Kecamatan Jatilawang dan Kabupaten Banyumas.

 

 

 

             Panen perdana di Desa Tinggarjaya merupakan hasil dari sinergi program percepatan tanam yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian, dan Kodim 07/01 Banyumas.  Sebelumnya, Petani di Desa Tinggarjaya biasanya baru menanam pada bulan November disebabkan tradisi/kepercayaan berdasarkan pranoto mongso, selain itu adanya adanya  perbaikan jaringan irigasi yang rutin dilakukan pada bulan Agustus sd Oktober, ditambah  pada bulan-bulan tersebut adalah puncak musim kemarau. Namun, berkat sinergi dari semua pihak dalam  mendorong dan memotivasi petani di desa tersebut, maka program percepatan tanam dapat dilakukan pada bulan Oktober 2017. Upaya lainnya untuk mendorong percepatan tanam adalah mendorong pengalokasian kegiatan Percepatan Diseminasi VUB Padi tahan WBC melalui Implementasi Teknologi Budidaya Jajar Legowo Super di Wilayah Endemik WBC seluas 80 Ha dari BPTP Provinsi Jawa Tengah.

 

 

 

              Potensi panen Kab, Banyumas untuk bulan Januari sd Februari seluas ±17.000 Ha, sedangkan di Kecamatan Jatilawang sendiri potensi panen seluas ± 1.730 Ha sampai dengan bulan Februari 2018. Apabila rata-rata provitas di Kabupaten Banyumas 6 ton/ha maka akan didapat 102 ribu ton GKP atau apabila dikonversikan ke beras dengan rendemen sebesar 52%, maka akan tersedia  53 ribu ton setara beras di Kab. Banyumas. PR/Som

 

 

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162