Loading...

Pelaku Bisnis Peternakan Bahas Pelarangan AGP

10:00 WIB | Wednesday, 02-August-2017 | Komoditi, Ternak | Penulis : Ika Rahayu

Sejumlah pengusaha yang bergerak di bisnis peternakan kembali membahas persoalan sekitar pelarangan penggunaan antibiotik pada pakan untuk memacu pertumbuhan ternak (antibiotic Growth Promoter/AGP). Pemerintah sendiri sudah menetapkan waktu setelah 31 Desember 2017 AGP dilarang untuk diedarkan dan digunakan di Indonesia.

 

“Kami tegaskan kembali, selain untuk terapi, pada Januari 2018 sudah tidak bisa lagi digunakan AGP untuk imbuhan pakan. Jadi pihak-pihak terkait agar melakukan langkah antisipasi,” tegas Kasubdit Pengawasan Obat Hewan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Ni Made Ria Isrianti, pada seminar teknis yang diselenggarakan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (PINSAR) Indonesia, di Jakarta, belum lama berselang.

 

Pelarangan penggunaan antibiotika imbuhan pakan (Feed Additive) yang oleh peternak biasa disebut AGP, menurut Ria, sudah tertuang dalam Pasal 16 ayat 1 Permentan No.14 tahun 2017 tentang Klasifikasi Obat Hewan.

 

Namun seperti tertuang dalam pasal 17 Permentan yang baru muncul 15 Mei 2017 tersebut ada pengecualian, yakni antibiotik dapat dicampur dalam pakan untuk keperluan terapi dengan dosis terapi dan lama pemakaian maksimal tujuh hari.

 

“Ada sekitar 92 produk yang terkena dampak dari adanya kebijakan seperti tertuang dalam Permentan No 14/2017. Namun pemerintah sudah menjelaskan bahwa ada beberapa alasan mengapa sampai dilarang antara lain kekhawatiran adanya residu antibiotika dalam hasil ternak yang dapat mengganggu kesehatan yang mengkonsumsi,” tutur Ria.

 

Upaya Antisipasi

 

Ketua Umum Asosiasi Pakan Ternak Indonesia (GPMT), Desianto B Utomo, mengemukakan penggunaan antibiotik sebagai imbuhan pakan sudah lama dilakukan oleh pabrik pakan. Disamping untuk mengurangi jumlah bakteri patogen, hal itu juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan absorbsi usus halus dan menurunkan kompetisi antara bakteri dan ternak dalam memanfaatkan nutrisi pakan.

 

Dengan adanya pelarangan penggunaan AGP dalam pakan oleh pemerintah, menurut Desianto, peternak mau tidak mau harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi antara lain dengan meningkatkan kualias pakan yang diberikan kepada ternaknya, menjaga kandang tetap higienis serta DOC juga harus berkualitas.

 

“Peternak hendaknya memilih menggunakan pakan yang kualitasnya stabil dan terjamin. Di pasaran mudah dijumpai. Sebaiknya di satu minggu pertama berikan pre starter pakan untuk memberi kekebalan pada ternak sejak dini,” jelas Desianto. Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162