Loading...

Peluang Bioindustri Padi, BB Pascapanen Latih 150 Petani Sumsel

22:46 WIB | Tuesday, 01-May-2018 | Iptek | Penulis : Pimpinan Redaksi

Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) kini salah satu tulang punggung produksi beras di Sumatera. Melihat peluang besar menjadi bioindustri, petani disana perlu diberi pelatihan pascapanen agar bisa mandiri dan meningkat pendapatannya. 

 

Petani masa kini sudah seharusnya berpikir kegiatan pertanian bukan hanya sekedar pekerjaan rutin, tetapi menghasilkan lebih. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPR Edhy Prabowo. Menurutnya, petani jangan berpuas diri hanya konsentrasi di peningkatan produksi saja. Petani harus mampu menghasilkan beras yang digiling dan dikemas dengan baik, sehingga para petani dapat menikmati harga dan keuntungan yang lebih tinggi dari hasil jerih payahnya.

 

"Karena itu, saya mengapresiasi inisiatif Balitbangtan untuk membangun model bioindustri padi khususnya di lahan pasang surut, karena dari adanya penggilingan padi inilah diharapkan korporasi petani dapat berkembang," ungkapnya saat kunjungan kerja dalam rangka masa reses di provinsi Sumatera Selatan, Sabtu (28/4).

 

Pada kesempatan itu pula, Ketua Komisi 4, DPR-RI juga menyerahkan secara simbolis Penggilingan Padi (RMU) beserta moisture tester kepada Bumdes Telang Mandiri Sejahtera, Telang Rejo, Banyuasin; Mesin Penggilingan Jagung kepada Kelompok Tani Kali Duren, Musi Rawas. Selanjutnya juga diserahkan bantuan benih Padi Inpari sebanyak 250 Kg dan Pupuk Biosilika 50 Liter kepada perwakilan Kelompok Tani dari Banyuasin, Musi Banyuasin dan Musi Rawas. 

 

Adapun model bioindustri yang dikembangkan di Sumatera Selatan meliputi  teknologi produksi bioindustri padi auto-pneumatic system rice milling plant (APS-RMP) di tingkat desa untuk menghasilkan beras kualitas ekspor dan produk turunannya dalam meningkatkan nilai tambah dan daya saing. 

 

Dalam pengembangan bioindustri ini, BB-Pascapanen jalin kerjasama dengan Dinas Pertanian Banyuasin dan Badan Usaha Milik Desa Telang Mandiri Sejahtera (BUMDES TMS) dan mampu menghasilkan Beras Talang Rejo (BeJo).

 

Guna menyebarluaskan "virus" semangat bioindustri padi di Sumatera Selatan, BB Pascapanen melakukan bimbingan teknis selama 3 hari(28 April-30 April) yang diikuti oleh 150 orang yang terdiri dari petani, penyuluh dan penggilingan padi di Kabupaten Banyuasin, Musi Banyuasin dan Musi Rawas.

 

Kepala BB Pascapanen Prof Risfaheri menuturkan kegiatan Bimtek ini penting untuk selalu mendekatkan inovasi Balitbangtan kepada para stakeholdersnya. 

 

Para peserta Bimtek sangat antusias mengikuti kegiatan ini mengingat materi yang disampaikan oleh para narasumber sangat terkait dengan kegiatan mereka sehari hari seperti tata cara pasokan Gabah/Beras ke Bulog, Penanganan Pascapanen Padi dan Pemanfaatan sekam untuk biosilika. 

 

Seperti yang diketahui, Biosilika bermanfaat untuk meningkatkan ketahanan terhadap hama dan penyakit serta memacu pertumbuhan tanaman padi. 

 

Pada kesempatan itu pula disajikan aneka produk samping dari penggilingan padi seperti bekatul yang dijadikan bahan baku cookies dan brownis kaya gizi serta produk kemasan ramah lingkungan dari jerami padi. Hal ini untuk menunjukkan banyaknya nilai tambah yang bisa diperoleh dari adanya Bioindustri Padi. (ES/Ris/Gsh)

 

 

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162