Loading...

e-paper Tabloid Sinar Tani - Peluang Manis dari Sorgum Manis

10:44 WIB | Monday, 03-July-2017 | Sorotan | Penulis : Pimpinan Redaksi

e-paper Tabloid Sinar Tani - Peluang Manis dari Sorgum Manis

 

Sorgum menjadi tanaman pangan yang berpotensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Sayangnya, selama ini belum banyak dilirik petani. Jika tahu peluang bisnisnya, sorgum bisa menjadi usaha tani yang berbuah manis.

 

Potensi usaha sorgum bukan hanya budi­dayanya, tapi juga industri hilir sebagai bahan baku produk pangan. Misalnya, untuk bahan baku kertas, gula, spirtus dan baku produk pangan dan ternak. Karena sorgum manis efisien dalam mengkonversi CO2 menjadi gula dibandingkan tebu dan jagung, sehingga potensial untuk sumber bioenergi, pangan dan pakan ternak.

 

“Sorgum itu tanaman yang multifungsi,” kata Peneliti Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, Endang Gati Lestari kepada Sinar Tani. 

Dari usaha budidaya, ungkap Endang Gati, sorgum ada­lah tanaman yang memiliki daya adaptif tinggi di lahan sub optimal, khsusunya lahan kering. Bahkan lebih adaptif dibandingkan tanaman jagung. Selain itu, produktivitas sorgum juga cukup tinggi, biaya usaha tani murah dan tahan terhadap hama penyakit.

Sorgum yang toleran terhadap kekeringan dapat dikembangkan di lahan beriklim kering dan tanah kurang subur. Dengan demikian biaya produksi lebih murah karena efisien dalam menggunakan air, bahkan waktu panen lebih singkat. “Mereka (pengusaha) bilang lebih bergizi dan seratnya tinggi, sehingga cukup baik untuk pertumbuhan ternak sapi,” tutur Endang Gati. 

Karena itu menurut dia, pengembangan sorgum ke depan bisa diintegrasikan dengan usaha ternak sapi. Areal yang berpotensi untuk pengembangan sorgum di Indonesia sangat luas, meliputi daerah beriklim kering atau musim hujannya pendek serta tanah yang kurang subur.

Daerah penghasil sorgum dengan pola pengusahaan tradi­sional adalah Jawa Tengah (Purwodadi, Pati, Demak, Wono­giri), Daerah Istimewa Yogyakarta (Gunung Kidul, Kulon Progo), Jawa Timur (Lamongan, Bojonegoro, Tuban, Probolinggo), dan sebagian Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur

 

Bahan Pangan, Pakan dan Energi

Dari sisi pasca panen, sorgum dapat dikembangkan sebagai bahan baku pangan, pakan maupun energi. Biji sorgum dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Bahkan menurut Endang, sekarang ini sudah ada pengusaha feedloter (penggemukan sapi) di Jawa Barat yang menjadikan sorgum sebagai bahan baku pakan ternak. 

Sementara itu sebagai bahan baku pangan, batang sorgum manis sama dengan tebu dan mengandung gula dengan kadar yang tinggi. Bahkan kandungan nira sorgum lebih manis dari tebu dengan tingkat kemanisan hingga 16 brix. Aromanya juga lebih menarik dibandingkan gula biasa.

“Di luar negeri, produk olahan sorgum untuk gula cair dan dimanfaatkan untuk pemanis sirup dan kecap. Kalau tidak salah sudah ada pengusaha yang mengembangkan gula sorgum dalam skala besar untuk industri kecap,” ujar peneliti Balai Besar Biogen ini.

Dengan demikian, nira dari batang sorgum manis dan pati dari biji dapat diolah menjadi gula dan hasil sampingnya berupa bagas yaitu batang yang telah diperas niranya menjadi bahan pakan ternak sapi. 

Sementara tepung sorgum menurut Endang, dapat diolah menjadi produk pangan seperti kue. Bahkan kelebihan tepung sorgum bersifat non gluten, sehingga sangat cocok untuk dikonsumsi penderita diabetes. BB Biogen saat ini sudah membuat beberapa produk pangan berbahan baku sorgum. Di antaranya, sirup sorgum, tepung sorgum, pop sorgum (seperti pop corn) dan cookies sorgum.

Dengan proses yang tepat, rasa pahit dapat dihilangkan. Tepung sorgum juga bergizi tinggi karena mengandung serat 7-9%, daya cerna pati 72-80% dan daya cerna protein 60-71%. Warna tepung putih kecokelat-cokelatan dan daya simpan bisa mencapai 1 tahun. Tingkat kehalusan mencapai 100 mesh.

Manfaat tepung sorgum bisa untuk pangan pokok (nasi atau bubur sorgum), bahan baku makanan ringan seperti krupuk, tepung sorgum juga bisa diolah menjadi nasi dan bubur sorgum dan sereal untuk sarapan pagi.

Sementara itu peneliti sorgum manis dari Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Prof. Nur Richana kepada Tabloid Sinar Tani mengatakan, keistimewaan dari sorgum manis ini adalah kadar gula (brix) dari nira yang terkandung dalam batangnya lebih tinggi dibandingkan tanaman sorgum biasa. Tanaman ini bisa dipanen dua jenis sekaligus yakni bulir (biji) menjadi tepung/ beras dan batangnya menjadi nira bahkan diolah lebih lanjut menjadi bioethanol. 

“Semakin kering iklim daerah pertanaman semakin tinggi kadar gula yang dihasilkan sorgum manis. Di lahan kering, kadar gula dari sorgum manis bisa men­capai 18-22% brix. Dibandingkan dengan sorgum manis ditanam di Bogor yang hanya 9-14% brix,” ungkapnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162