Loading...

Peluang Tepung Kentang Menantang

13:31 WIB | Tuesday, 28-November-2017 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Gesha

Mendengar nama tepung kentang memang tidaklah familiar dibandingkan tepung terigu maupun tepung pangan lokal seperti ganyong dan ubi. Di Indonesia, masyarakat masih mengonsumsi kentang dalam bentuk campuran sayur. Padahal kalau melihat peluang bisnisnya cukup menantang.

 

Sedangkan masyarakat Amerika dan Eropa, menjadikan kentang sebagai makanan pokok. Karena itu olahan kentang di negara-negara tersebut sangat beragam, termasuk potato starch atau tepung kentang.

 

Tepung kentang juga umum digunakan dalam industri bakery sebagai campuran agar kue dan roti lebih lembut. Tak hanya itu, tepung kentang juga untuk pengental saus. Sayangnya, hingga kini kebutuhan tepung kentang di dalam negeri masih dipasok dari Eropa, Amerika atau China. Harganya pun sangat mahal Rp 45 ribu/kg.

 

Mengingat peluang yang cukup besar itu, Kepala Balitbang Pertanian, M.Syakir menantang peneliti pasca panen pertanian dan Balai Penelitian Alih Teknologi Pertanian untuk mampu menciptakan tepung kentang.

 

"Kita sudah menguasai teknologi tepung mokaf, tepung pisang, tepung ganyong maupun tepung lokal lainnya. Teknologi sebenarnya sudah kita kuasai, kurang lebih sama dengan yang lain," tutur Syakir saat pembukaan Agro Inovasi Fair 2017 di Mall Botani Square, Bogor, Sabtu (25/11).

 

Mengenai sentra kentang, Syakir menyebutkan, banyak berada di Jawa Tengah (Dieng), Medan, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur.  Data Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian, produksi kentang hingga tahun 2016 sekitar 1.2 juta ton dari seluruh sentra perkebunan kentang. Sedangkan kebutuhan konsumsi (langsung) hanya 1 juta ton.

 

Pembuatan Tepung ini sebenarnya bisa menjadi peluang untuk meningkatkan nilai tambah dari kentang. Terlebih lagi harga kentang yang sering jatuh saat panen raya, sehingga merugikan petani. 

 

Saat ini harga kentang mencapai sekitar Rp10.000/kg, sehingga petani masih bisa menikmati keuntungan. Tapi saat harga kentang anjlok,  petani biasanya menyiasati dengan menyimpan komoditas umbi-umbian itu di gudang sambil menunggu harganya stabil.

 

Dari penelitian olahan kentang menjadi tepung kentang yang telah dilakukan Universitas Indonesia, olahan ini bisa dijual dengan harga Rp 25 ribu, lebih murah dari tepung kentang impor. Gsh

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162