Loading...

Pembangunan Pertanian Hulu-Hilir dapat Perhatian Sama

13:00 WIB | Thursday, 05-January-2017 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Clara Agustin

Pembangunan pertanian menjadi perhatian utama pemerintah Joko Widodo. Bahkan pemerinah tidak hanya fokus di bagian hulu, tapi juga hingga hilir. Dari mulai produksi sampai pemasaran.

 

Di bagian hulu, pemerintah secara besar-besaran menggelontorkan anggaran untuk perbaikan jaringan irigasi. Seluas tiga juta ha jaringan irigasi diperbaiki dalam rentang waktu tiga tahun. Alasannya, pertanian akan maju jika persoalan perairan terselesaikan.

 

“Kita sudah tahu alokasi anggaran perbaikan irigasi sangat besar. Makanya tidak heran rehabilitasi jaringan irigasi cepat sekali dilaksanakan,” kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), Gardjita Budi dalam jumpa pers di Jakarta, pekan lalu.

 

Dengan perbaikan infrastruktur irigasi, pemerintah berharap produksi pangan juga ikut terangkat. Karena itu padi, jagung, dan kedelai menjadi komoditas yang menjadi target Upsus (upaya khusus) peningkatan produksi.

 

Dari hasil evaluasi pelaksanaan Upsus, komoditi padi memang yang paling signifikan kenaikan produksinya. Pada tahun 2015 terjadi kenaikan sebanyak 6,6% dan tahun 2016 naik 4,6%. Untuk jagung dan kedelai juga mengalami kenaikan produksi. Meski masih ada impor, kedua komoditi itu tapi volumenya berkurang.

 

Komoditi lain yang menjadi fokus pemerintah adalah cabai, bawang merah, gula dan daging sapi. Perhatian pemerintah terhadap empat komoditi itu karena selama ini sering terjadi lonjakan harga yang berdampak pada inflasi nasional.

 

“Kalau melihat dari grafik tujuh komoditi utama (padi, jagung, kedelai, gula, cabai, bawang merah, dan daging sapi), tahun ini semuanya mengalami kenaikan produksi. Walaupun sebagian masih ada yang impor. Ini karena jumlah populasi kita meningkat,” tuturnya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162