Loading...

Pemerintah Ajak Calon Drh Gunakan Antibiotik secara Bijak

15:01 WIB | Monday, 20-November-2017 | Ternak, Komoditi | Penulis : Julianto

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mengharapkan kepedulian dan kesadaran terhadap resistensi antibiotik, serta penggunaannya yang benar. Bahkan pemerintah mengajak calon dokter hewan (drh) bijak dalam penggunaan anti mikroba.

 

”Kami mengajak calon dokter hewan peduli dalam penggunaan anti mikroba yang bijak dan bertanggung jawab untuk mengendalikan resistensi antimikroba di Indonesia,”  kata Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet), Syamsul Maarif saat Kuliah Umum ”Peningkatan Pemahaman dan Kesadaran Penggunaan Antimikroba yang Bijak dan Bertanggung Jawab” yang dihadiri Civitas Akademika di  Universitas Gajah Mada,  Sabtu (18/11).

 

Laporan di berbagai negara dunia mencatat adanya peningkatan laju resistensi dalam beberapa dekade terakhir. Namun disisi lain penemuan dan pengembangan jenis antibiotik (antimikroba) baru berjalan sangat lambat. Artinya pola peningkatan laju resistensi sudah berbanding terbalik dengan penemuan obat antimikroba baru.

 

Bahkan Syamsul mengingatkan agar mulai waspada terhadap laporan global review pada tahun 2016 yang menggambarkan model simulasi. Yakni, kejadian resistensi antimikroba diprediksi akan menjadi pembunuh nomor 1 di dunia pada tahun 2050, dengan tingkat kematian mencapai 10 juta jiwa per tahun. Kematian tertinggi terjadi di kawasan ASIA.

 

Selain mengajak calon dokter hewan bijak menggunakan antimikroba, Ditjen PKH mengharapkan, kepedulian terhadap resistensi antibiotik dapat menjadi bagian kurikulum bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) di Indonesia. “Lembaga Perguruan Tinggi merupakan mitra kerja Pemerintah yang berperan penting dalam penyediaan substansi berbasis bukti ilmiah, yang akan menjadi acuan kebijakan pemerintah,” tuturnya.

 

“Dukungan dan komitmen dari civitas akademika dalam mengangkat komponen isu resistensi ini akan dapat menjadi kontribusi nyata terhadap pengendalian resistensi antimikroba di Indonesia,” tambah Syamsul.

 

Kegiatan Kuliah Umum merupakan bagian dari puncak acara ”Pekan Kesadaran Antibiotik Dunia” atau ”The World Antibiotic Awareness Week”  yang tiap tahunnya diperingati pada 13 – 19 November 2017.  Kegiatan ini secara bertahap dilaksanakan di lima universitas yang menyelenggarakan pendidikan kedokteran hewan  di Indonesia, yaitu IPB, UNAIR, UNHAS, UDAYANA, dan UGM.

 

Pada “Pekan Kesadaran Antibiotik Dunia” ini telah dilaksanakan berbagai rangkaian kegiatan yang merupakan kerjasama antara Ditjen PKH dengan FAO-ECTAD (Food and Agriculture Organization) dan didukung AFKHI (Asosiasi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia), YOP (Yayasan Orang Tua Peduli), PPN (Pinsar Petelur Nasional), dan CIVAS (Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies).  Yul

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162