Loading...

Pemerintah Jamin Ketersediaan Beras untuk DKI Jakarta

16:02 WIB | Wednesday, 28-March-2018 | Nusantara | Penulis : Gesha

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (tengah) didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno (kanan) saat pertemuan untuk membahas ketersediaan pasokan pangan menjelang hari besar keagamaan, (Foto: Zaki)

 

 

Pemerintah menjamin pasokan beras untuk DKI Jakarta menjelang dan hingga Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) aman. Apalagi beberapa wilayah sentra produksi padi mulai panen, sehingga bisa memasok beras ke Ibukota Negara.

 

Direktur Utama Foodstation Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi mengungkapkan, hingga akhir Maret 2018 sudah masuk sebanyak 6 ribu ton. Polanya setiap hari masuk sekitar 3 ribu ton. Hingga kini posisi runningnya mencapai 40 ribu ton.

 

“Dengan 40 ribu ton, bisa dikatakan sangat aman pasokannya,” katanya usai pertemuan dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno di gudeng Kementerian Pertanian, Rabu (28/3).

 

Arief  mengakui, beberapa waktu lalu memang harga sempat naik sebagai akibat jeda waktu yang dibutuhkan daerah sentra untuk memenuhi kebutuhan di wilayahnya sendiri. Setelah pasokan di daerah tercukupi, baru merembes ke Jakarta.

 

“Makanya ada jeda (stok) 1.5 bulan ini. Memang benar setiap hari di daerah panen, tapi masih untuk memenuhi kebutuhan sentra dulu. Setelah penuh, mereka baru keep stok dan rembes ke daerah lain,” paparnya.

 

Bahkan DKI Jakarta sempat mengambil stok dari Sulawesi hingga 45 kontainer selama periode Januari-Februari. Pasokan tersebut digunakan untuk mengamankan program-programnya Pemprov DKI seperti KJP, kartu Pangan Jakarta, hingga Pangan Murah. 

 

Arief mengatakan, sebagian besar beras yang dipasok dari Sulawesi tersebut tergolong beras premium berdasarkan jumlah patahan (broken) yang 15%. Diperkirakan ada sekitar 80% yang tergolong beras premium.

 

Mengenai ketersediaan beras, Arief mengaku selalu bekerjasama dengan Pasar Induk Beras Cipinang untuk menyediakan beras bermutu. “Semua beras yang tersedia merupakan hasil panen petani. Tidak ada yang dari impor,” tegasnya. 

 

Sementara itu Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengaku senang mendengar kabar bahwa pasokan beras kembali normal. Sebab, beberapa waktu lalu stok pasokan beras hanya 20 ribu ton dan beras yang masuk hanya 2.500 ton/hari. Dengan masuk panen raya yang diperkirakan April, Amran berharap akan menambah pasokan beras hingga Idul Fitri mendatang.

 

Ditemui dalam acara yang sama, Ketua Perpadi Jaya Nellys Soekidi mengatakan, harga beras di tingkat pasar induk sudah turun Rp 1.500/kg menjadi Rp 8.500-8.600/kg. Gsh

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162