Loading...

Pemprov Jateng Garap Jagung di Bawah Tegakan

16:57 WIB | Monday, 02-April-2018 | Nusantara | Penulis : Indarto

 

 

Guna menguatkan kedaulatan pangan lokal, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah tak hanya mendorong peningkatan produksi padi dan pangan lainnya di lahan sawah dan non sawah. Bahkan sejak tahun 2014, provinsi yang kini dinahkodai Ganjar Pranowo itu juga mengembangkan budidaya jagung di bawah tegakan.

 

Melalui program integrated farming system (IFS) yang diinisiasi Pemprov Jateng, UGM dan Perum Perhutani sejak tahun 2016, kini sudah seluas 40 ribu ha lahan Perhutani yang ditanami jagung.

 

“Produktivitasnya rata-rata 5 ton/ha (pipilan kering,red). Benih jagung yang kita tanam juga adaptif  terhadap lingkungan, khususnya yang tahan naungan,” Kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pemprov Jawa Tengah, Suryo Banendro, di sela seminar “Kedaulatan Pangan, Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia 2045”, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Menurut Suryo, penanaman jagung di bawah tegakan untuk mendorong dan mendukung terwujudnya program kedaulatan pangan. Melalui penerapan sistem pertanian terpadu di dalam kawasan hutan dan sekitar hutan inilah jagung di bawah tegakan dikembangkan sejumlah petani.

 

Kerjasama itu akhirnya bisa membuahkan hasil. Misalnya, ungkap Suryo, petani yang menanam jagung di bawah tegakan bisa mendapatkan penghasilan rata-rata Rp 2 juta/bulan dengan harga jagung saat ini Rp 3.200/kg. Bahkan harga jagung di Jateng sempat melonjak hingga Rp 4.000/kg.

 

Suryo optimistis, budidaya jagung di bawah tegakan ini masih bisa dikembangkan lebih luas. Diperkirakan potensi pengembangan jagung di bawah tegakan, terutama di kawasan hutan dan sekitar hutan Perum Perhutani mencapai 80 ribu ha.  Wilayah yang bisa dikembangkan yakni Kabupaten Grobokan, Pati, Rembang Blora, Brebes, dan sejumlah kabupaten lainnya.

 

Menurut Suryo, Pemrov Jawa Tengah juga melakukan optimalisasi pemanfaatan potensi sumberdaya  di dalam kawasan hutan dan di sekitar kawasan hutan untuk menumbuhkembangkan perekonomian di desa-desa sekitar hutan. Artinya, kawasan di sekitar hutan tak hanya ditanami jagung, tapi ditanami tanaman pangan lainnya seperti kedelai dan padi.

 

“Petani bisa tanam jagung di sela pohon jati ataupun pohon hutan lainnya yang dikelola Perum Perhutani,” ujar Suryo. Idt

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162