Loading...

Penas XV Petani Nelayan - Aceh Tahun 2017 MENGUATKAN PETANI

09:04 WIB | Friday, 05-May-2017 | Opini, Agri Wacana, Suara Tani, Kabar Penas KTNA XV 2017 | Penulis : Ahmad Soim
Ahmad Soim

Ahmad Soim

Oleh Ahmad Soim - Pimpinan Redaksi Tabloid Sinar Tani

 

Di propinsi paling barat Indonesia, tepatnya di Banda Aceh, Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan ke-15 digelar dari 6 hingga 11 Mei 2017. Kegiatannya dipusatkan di Stadion Harapan Bangsa -  Banda Aceh. Di situ pulalah Bangsa Indonesia saat ini menaruh banyak harapan dari para petani dan nelayan untuk kedaulatan pangan dan kemajuan pertanian Indonesia.

 

Penghargaan yang luar biasa patut kita berikan kepada organisasi petani Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) yang berhasil menyelenggaran pesta akbar 3-4 tahunan sekali ini. Di Penas inilah para petani – nelayan andalan (tokoh) dari seluruh Indonesia bertemu. Sebanyak 35 ribu orang berkumpul untuk kemajuan petani, pertanian dan pangan Indonesia.

 

Mereka melakukan unjuk tangkas dan keberhasilan serta rembug rembug (rapat-rapat) untuk memperkuat kelembagaan organisasi, kelembagaan ekonomi,  persahabatan social, membangun jejaring, dan kesejahteraan mereka. Mereka mengundang pemerintah dan pelaku swasta untuk berbicara pertanian kekinian dan mendemokan teknologi-teknologi inovasi pertanian terbaru, termasuk rekayasa sosial dan penyuluhannya.

 

Kegiatan dan momen Penas seperti itu sudah tentu sangatlah penting dan berharga buat bangsa Indonesia. Kita berharap para tokoh petani dan nelayan, juga pemerintah dan swasra,  semakin sadar dan yakin bahwa petani nelayan lah yang berada di depan dalam penyediaan pangan, membangun pedesaan, menyediakan lapangan pekerjaan di perdesaan, pelopor penerapan teknologi tepat guna dan maju dan membangun kemandirian serta kesejahteraan warga desa.

 

Oleh karena itu, sudah sepatutnya lah pemerintah dan swasta memberikan dukungan secara penuh kegiatan Penas Petani Nelayan XV – Aceh Tahun 2017 ini. Tidaklah mudah menyelenggarakan Penas kali ini. Pertama, sedang terjadi perubahan  lembaga pemerintah yang menangani penyuluh dan petani. Alhamdulillah, perubahan kelembagaan pemerintah itu, bisa dilewati dengan baik, sehingga peserta Penas Aceh tetap seperti yang diharapkan.

 

Kedua, akibat dari perubahan lembaga pemerintah itu berpengaruh ada penyediaan anggaran untuk pelaksanaan Penas baik di tingkat pusat, propinsi maupun kabupaten/kota. Sekali lagi, kondisi ini bisa dilewati dengan baik. Karenanya,  kita memberikan penghargaan yang besar kepada KTNA yang bisa menyelenggaran Penas di Aceh ini dengan sukses.

 

Ketiga, perubahan-perubahan  struktur basis politik yang berbeda dengan sistuasi politik lahirnya organisasi KTNA pada tahun 1970-an.  Curiga dan sentimen politik tertentu terhadap KTNA acapkali masih ada. Sekali lagi Alhamdulillah KTNA mampu menjelaskan dan membuktikan bahwa organisasi petani nelayan ini adalah organisasi yang professional untuk petani nelayan yang tidak berpolitik praktis  dengan partai tertentu, melainkan mengabdi untuk kemajuan petani nelayan dan pertanian Indonesia, siapapun pemerintahnya dan siapapun partai politik yang berkuasa di pemerintah.

 

    Keberhasilan KTNA melewati ketiga perubahan tersebut, kita boleh berharap banyak bahwa KTNA telah menjadi kuat tertempa oleh situasi keadaan dari waktu ke waktu. Semoga mereka juga semakin kuat dalam membangun kelembagaan ekonomi dan kesejahteraan para anggotanya.***

 

Editor : Pimpinan Redaksi

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162