Loading...

Pendampingan Balitbangtan Tekan Kehilangan Hasil Petani Cabai Magelang

10:29 WIB | Wednesday, 09-May-2018 | Teknologi, Iptek | Penulis : Kontributor

Selama 1 bulan terakhir, petani cabai Magelang didampingi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) untuk menekan kehilangan hasil (losses). Hasilnya sangat menggembirakan dan diharapkan bisa diterapkan di daerah sentra cabai lainnya dengan teknologi yang direkomendasikan.

 

Tak terasa, kegiatan Pilot ASEAN Cooperation Project: Reduction of Postharvest Losses for Agricultural Produces and Products (ASEAN PHL-R) di Indonesia akan segera berakhir. Dalam kegiatan tersebut, petani cabai mendapatkan pendampingan teknologi pascapanen untuk menurunkan kehilangan hasil (losses) secara signifikan. Beberapa tahapan kegiatan yang telah dilakukan antara lain survey dan penelitian lapang, eksplorasi teknologi, dan implementasi teknologi.

 

Dalam pendampingan, kegiatan pilot ini dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) bersama PT. Agro Indo Mandiri (AIM) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang. Hasilnya sangat menggembirakan dan diharapkan bisa diterapkan di daerah sentra cabai lainnya dengan teknologi yang direkomendasikan.

 

Sebagai bentuk kegiatan akhir, workshop hasil pendampingan pun diadakan di Ruang Pertemuan Kantor Balai Desa Sugihmas. Workshop ini bertujuan untuk mensosialisasikan capaian kegiatan implementasi inovasi pascapanen pada Gapoktan Maju Mandiri sebagai bagian dari ASEAN PHL-R. Selain itu, diharapkan dengan workshop ini pelaku usaha tani dan pemasaran cabai, Pemerintah Pusat dan Daerah serta stakeholders lainnya terdorong untuk menerapkan rekomendasi teknologi yang dihasilkan dari Project ASEAN PHL-R. 

 

Workshop dibuka oleh Kepala Desa Sugihmas, Bapak Sriyanto dan Prof. Dr. Argono Rio Setioko selaku Team Leader Pilot ASEAN PHL-R dan Direktur PT. AIM. 

 

Pemaparan mengenai hasil implementasi teknologi dilakukan oleh Dr. S Joni Munarso, peneliti Balai Besar Litbang Pascapanen dan Assistant Team Leader dari ASEAN PHL-R di Indonesia. 

 

Menurutnya, hasil yang didapatkan sangat menggembirakan karena telah menurunkan kehilangan pascapanen secara signifikan. Intervensi awal yang perlu dilakukan untuk menekan kehilangan pascapanen cabai adalah dengan memotong rantai pasoknya, di mana kehilangan hasil dapat turun dari 20-30% menjadi < 10%. Lebih jauh lagi, teknologi penanganan cabai yang tepat dapat meningkatkan penurunan kehilangan hasil tersebut. 

 

Teknologi yang diterapkan antara lain penggunaan Bagan Warna Cabai sebagai panduan panen oleh petani, penggunaan krat sebagai wadah cabai dalam pengangkutan ke pengumpul/pengepak, perlakuan ozon sebagai antimikroba, pengemasan menggunakan kardus berperforasi dan penggunaan transportasi berpendingin untuk distribusi jarak jauh.

 

Hasil penurunan kehilangan pascapanen yang signifikan ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magelang, Ir. Wijayanti. 

 

Pemda berencana akan mengembangkan Packing House (PHO) di beberapa wilayah sentra cabai di Magelang dengan mengacu pada teknologi Balitbangtan tersebut.

 

Sebanyak sekitar 40 orang anggota Gapoktan cabai di Kabupaten Magelang berharap agar implementasi teknologi tidak berhenti dengan berakhirnya Pilot ASEAN PHL-R, namun dapat terus berlangsung bahkan direplikasi di kelompok tani lainnya. 

 

Oleh karena itu, maka perlu adanya sertifikasi untuk memberikan jaminan mutu pada produk cabai hasil implementasi. Diharapkan dengan jaminan mutu tersebut, petani menerima harga yang lebih layak. (SMW/gsh/bbpascapanen)

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162