Loading...

Pengolahan Kelapa Butuh Teknologi Terbaru untuk Variasi Olahan

15:07 WIB | Thursday, 12-July-2018 | Inovasi Teknologi | Penulis : Gesha

Pengolahan Kelapa masih dilakukan tradisional

Tanaman Kelapa selama ini sudah diolah menjadi beragam produk turunan. Namun sayangnya, kualitas olahan belum sebaik yang diharapkan. Karenanya dibutuhkan teknologi terbaru yang bisa digunakan masyarakat untuk bisa menghasilkan beragam variasi olahan.

 

Hal tersebut terlihat saat Focus Group Discussion (FGD) identifikasi persoalan teknologi pengolahan kelapa dari Pemkab Lingga, Koalisi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK) dengan Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian (BBPMP) di Kampus Enjineering Pertanian, Serpong, Selasa (10/7).

 

Peserta FGD ini terdiri dari beberapa Bupati dan dinas terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan maupun dinas pertanian dan perkebunan dari kabupaten anggota KOPEK, Para pengusaha berbagai macam produk turunan kelapa seperti arang batok, briket, gula kelapa, minyak kelapa, santan, sabut kelapa dan lain sebagainya; dan para perekayasa dan peneliti yang berkecimpung dalam pengembangan dan penelitian teknologi pengolahan kelapa.

 

"Industri kelapa di Indonesia saat ini memang tidak berkembang secara maksimal dan terkonsentrasi pada wilayah bagian barat. Jenis produk turunan kelapa yang diekspor Indonesia tidak sebanyak Filipina. Kita hanya 14 jenis," ungkap Asdep Perkebunan Holtikultura Kemenko Perekonomian Wilistra Dannya.

 

Untuk diketahui, Produksi kelapa Indonesia sebanyak 14 miliar butir per tahun berdasarkan data APCC tahun 2015. Sementara nilai ekspor pada tahun 2017 sebesar Rp 30 triliun, jika dibandingkan dengan Filipina angka tersebut hanya 30%. Indonesia hanya menjual kelapa utuh ke berbagai negara seperti China, Malaysia, India, Malaysia, Thailand, Sri Lanka, dengan rata-rata 3 miliar butir setiap tahun.

 

Hal tersebut pun terlihat pada tingkat petani, kelapa hanya dijual bulat tanpa diolah terlebih dahulu untuk peningkatan nilai tambah.Karena itu untuk mendorong industri kelapa nasional baik pada tingkat petani maupun pengusaha diperlukan pengembangan teknologi yang kuat dan tepat guna bagi industri atau pelaku usaha.

 

Wilistra mencontohkan minyak kelapa mentah yang sebenarnya bisa dilakukan di dalam negeri justru mengambil bahan dari Filiina. "Minyak kelapa mentah tersebut kemudian diolah menjadi oleochemichal dengan nilai tambah yang besar. Salah satu kendala adalah tidak berkembangnya teknologi pengolahan kelapa yang handal namun terjangkau baik ada skala menengah maupun skala besar," tuturnya.

 

Lomba Inovasi Teknologi

 

Bupati Lingga, Allias Wello menuturkan kebutuhan inovasi teknologi pengolahan kelapa tersebut akan dilombakan dan dipamerkan dalam Festival Kelapa Internasional dan KTT Investasi Kelapa pada 2 September 2018. KTT yang rencananya dihadiri 18 negara anggota Asian and Pasific Coconut Community (APCC) itu, diagendakan akan dibuka oleh Presiden Jokowi. Bupati Lingga, Alias Wello menyatakan Lingga telah mempersiapkan diri jadi tuan rumah perhelatan internasional ini.

 

"Dalam FGD ini kita dapatkan roadmap rencana kerja bagaiman industri kelapa Indonesia bisa optimal semua dari hulu sampai hilir," tuturnya.

 

Karena itu diperlukan sinergitas dan peran aktif semua pihak untuk untuk membuat rekayasa dan inovasi teknologi pengolahan kelapa. Alias Wello mengungkapkan, Pemkab Lingga dalam APBD-P akan mengalokasikan dana sekitar 2 miliar untuk kerjasama yang lebih konkrit dengan BB Mektan. Kabupaten Lingga bersama Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Tanjung Jabo Timur sepakat membentuk semacam kluster daerah penghasil kelapa sebagai pilot project percontohan pengembangan sektor perkelapaan di hilirnya.

 

“BB Mektan memiliki banyak pakar dan kami akan menjadi pengguna teknologi itu. Sinergi ini akan menjadi energi yang besar sekali. Kami mengharapkan dari hasil FGD akan ada suatu prototype alat produksi pengolahan kelapa,” tuturnya.

 

Kepala BBP Mektan, Andi Nur Alamsyah menuturkan pihaknya siap mengawal lomba inovasi teknologi pengolahan kelapa dan bekerjasama secara tetap dengan berbagai pihak baik dengan pemerintah daerah maupun pengusaha. Kerjasama ini diharapkan menghasilkan inovasi teknologi pengolahan kelapa karya anak bangsa yang bermanfaat dan dipakai oleh para pengusaha.

 

“BB Mektan menghasilkan teknologi mulai dari hulu hingga hilir. Kita siap mendukung alsin (alat dan mesin) untuk perbenihan hingga produk hilirnya. SDM dan peralatan kita siap memproduksi mesin-mesin pengolah kelapa dengan kualitas yang bersaing dengan mesin-mesin luar negeri,” lanjutnya.

 

Direncanakan di tahun depan, BBP Mektan akan memfokuskan kegiatan ke sektor kelapa melalui alokasi anggaran sekitar 1 miliar untuk mendukung industri hilir kelapa.

 

 

 

 

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162