Loading...

Penyuluh Bergerak, Kesejahteraan Petani dan Kedaulatan Pangan Dapat Sekaligus

07:32 WIB | Thursday, 12-July-2018 | Suara Tani | Penulis : Gesha

Penyuluh bergerak kesejahteraan dan kedaulatan pangan dapat sekaligus

Dalam mencapai visi kesejahteraan petani dan kedaulatan pangan, perlu peranan penggerak di daerah. Penyuluh lah yang menjadi motor penggeraknya.

 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia, Momon Rusmono menuturkan penyuluh di lapangan sudah seharusnya memiliki militansi kuat dalam dirinya untuk bisa mensejahterakan petani. "Dengan petani sejahtera, otomatis kedaulatan pangan bisa tercapai. Jadi kalau ada kegiatan yang berorientasi kedaulatan pangan, produksi meningkat tetapi harga jatuh maka penyuluh gagal. Karena dari aspek kedaulatan pangan tercapai tapi aspek kesejahteraan petani tidak terwujud," ungkapnya saat membuka Konsolidasi Audit dan Evaluasi Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian, Rabu (11/07) di Yogyakarta.

 

Momon kembali menegaskan arti penting penyuluhan berdasarkan UU Nomor 16/2006 yaitu proses pembelajaran bagi pelaku utama (petani pekebun dan peternak) dan pelaku usaha. "Jadi pelaku usaha juga harus mendapatkan kegiatan penyuluhan," tuturnya,

 

Sehingga penyuluh tak hanya bergerak di on farm (sawah) saja tetapi juga bagaimana mengawal, mendampingi, memberikan pemahaman kepada para petani melalui kelompok tani yang berorientasi pada hasil. "Jangan hanya (sampai) produknya (padi/beras) yang sudah dihasilkan tapi hasilnya (gabah, distribusi) tidak dikawal oleh penyuluh. Kalau tidak berarti baru 50 persen keberhasilan penyuluh yaitu hanya kedaulatan pangan, belum bisa sejahterakan petani," tukasnya.

 

Momon menyebut, penyuluh harus bergerak agar mereka (pelaku utama dan pelaku usaha) mau dan mampu mengorganisasikan dirinya dalam bentuk kelembagaan petani. "Supaya better farming, better bussiness, berdampak pada better income, better living dan bermuara pada better community." tutur Momon.

 

Mengenai kelembagaan petani, bentuk paling mendasarnya adalah Poktan/Gapoktan untuk di tingkat on farm. Tetapi di tingkat off farm, kelembagaan petani memiliki bentuk lain yaitu Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) seperti BUMP, Kelompok Usaha Bersama (KUB) dan lain sebagainya juga harus tetap ada pembelajaran. Disitulah kemudian tugas seorang penyuluh berada. "Di dalam KEP, tetap ada pembelajaran. Tetapi tidak hanya itu, ada pula wahana kerjasama dan unit usaha," tuturnya.

 

Momon sempat menyebut kesuksesan BUMP yang ada di Sukabumi, tidak terlepas dari penyuluh yang terus mendorong kelembagaan petani untuk terus berkembang. Contoh sukses inilah yang kemudian bisa menjadi dorongan bagi penyuluhan di daerah lainnya.

 

Sukses Dukung Program

 

Dalam mencapai kedaulatan pangan, peranan penyuluh terlihat jelas dari suksesnya mendorong upsus, sergap maupun siwab yang menjadi program wajib Kementerian Pertanian. Dalam Upsus misalnya, petani merasakan betul kemudahan dalam memperoleh sarana produksi (bibit,pupuk dan obat-obatan pertanian), memperoleh bimbingan teknis dari penyuluh pertanian lapang serta beberapa petani dikirim untuk mengikuti pelatihan-pelatihan. Penyuluh juga yang mengubah perilaku petani menuju pertanian yang berwawasan agribisnis.

 

Hasil lain yang terlihat adalah laporan luas tambah tanam (LTT) yang dilakukan setiap harinya oleh penyuluh. "Kaitannya dengan LTT, masih menjadi bagian penyuluhan karena berbicara produktivitas, luas panen dan luas tanam. Karena dalam peningkatan usaha tani tentu saja kaitannya dengan provitas dan luas tanam," tutur Momon

 

Tak hanya itu, peranan penyuluh juga mampu mendongkrak optimalisasi alsintan yang awalnya hanya 3 persen menjadi 80 persen lebih. Sehingga alsintan yang awalnya banyak mangkrak kini bergerak bersama brigade alsintan mengolah lahan petani. Brigade Alsintan pun akan didorong penguatannya di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di kecamatan.

 

Karenanya, Momon mengajak penyuluh untuk terus bergerak agar petani bisa sejahtera sekaligus mencapai kedaulatan pangan.

 

Editor : Gesha

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162