Loading...

Perhatian Kami untuk Kakao

09:49 WIB | Tuesday, 07-March-2017 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Indonesia merupakan negara produsen kakao ketiga terbesar di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Peluang pasar ekspor produk kakao kita berupa cocoa butter antara lain Amerika Serikat dan Eropa, sementara untuk cocoa powder atau bubuk cokelat untuk pasar Asia Pasifik seperti Malaysia, Thailand, Tiongkok, India dan Jepang. Tantangan produksi kita adalah untuk memenuhi kebutuhan industri kakao dalam negeri yang berkembang pesat.

 

Komitmen Kementerian Pertanian adalah untuk terus berusaha mencari dan menemukan solusi yang tepat untuk mendorong pertumbuhan dan pengembangan kakao petani. Sebab, kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang menjanjikan. Komoditas kakao ini komoditas masa depan.

 

Untuk tahap pertama, Kementerian Pertanian akan membenahi dulu perkebunan kakao dengan memaksimalkan segala sumber daya yang ada. Untuk itu, Kementerian Pertanian akan mendorong adanya dana alternatif yang masuk untuk membangun perkebunan kakao semisal pinjaman dari perbankan atau masuknya swasta untuk mengucurkan dananya demi pengembangan perkebunan kakao.

 

Kami berjanji akan memfasilitasi kemudahan pinjaman perbankan untuk petani kakao dan meminta pihak swasta aktif masuk ke perkebunan kakao. Saat ini perkebunan kakao membutuhkan dana segar untuk mendorong peningkatkaan produksi. Sebab, harga kakao dari tahun ke tahun terus meningkat. Contoh, saat ini saja, harga kakao non fermentasi mencapai Rp 40.000 per kg di tingkat petani. Kalau sudah difermentasi lebih mahal lagi mencapai Rp 45.000 per kg.

 

Kementerian Pertanian akan mendorong peningkatkan produksi perkebunan kakao mencapai rata-rata 1,5 ton hingga 2 ton per hektar. Saat ini produksi tanaman kakao masih minim dikisaran 800 kg per hektar.

 

Sebagai bahan pengingat, Kementerian Pertanian telah memasang target produksi untuk sejumlah komoditas unggulan pangan dan perkebunan tahun ini. Misalnya, target produksi padi 78,13 juta ton, bawang merah 1,39 juta ton, cabai 2,19 juta ton, dan daging sapi (karkas) 0,64 juta ton. Sedangkan untuk komoditas unggulan perkebunan, misalnya target produksi kelapa sawit 32,66 juta ton. Kemudian, produksi karet 3,56 juta ton biji kering dan produksi kakao 0,87 juta ton.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162