Loading...

Perlukah Pendampingan PPL pada Program SIWAB

13:54 WIB | Tuesday, 22-August-2017 | Agri Wacana, Agri Wacana | Penulis : Kontributor

Program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting ) yang  digulirkan Kementan 2017 merupakan upaya khusus percepatan peningkatan populasi sapi dan kerbau betina produktif milik petani ternak yang diupayakan bunting melalui IB ( Inseminasi Buatan ) maupun kawin alam. Perlukah para PPL melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada para peternak peserta Program SIWAB?

 

Inseminasi Buatan biasa dikenal dengan nama IB adalah perkawinan buatan pada sapi kerbau yang dilakukan dengan cara memasukkan mani atau semen beku kedalam alat reproduksi sapi kerbau betina produktif agar dapat membuahi sel telur. Pemasukan semen beku ke alat reproduksi betina produktif menggunakan alat khusus inseminasi buatan yang dikenal sebagai insemination gun. Petugas yang melakukan Inseminasi Buatan pada sapi kerbau disebut Inseminator IB.

 

Program UPSUS SIWAB ditujukan pada 3 sasaran wilayah target yaitu intensif, semi intensif dan ekstensif. Wilayah intensif Jawa, Lampung dan Bali daerah yang telah mampu berhasil menerapkan IB. Wilayah katagori semi intensif Sulawesi Selatan, Sumatera dan Kalimantan sebagian petani telah mengenal IB. Wilayah katagori ekstensif merupakan daerah yang belum mengenal IB tersebar di wilayah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Papua, Maluku, Sulawesi, Aceh, dan Kalimantan Utara.

 

IB Menguntungkan bagi Petani  

 

Didaerah wilayah intensif, IB sudah menjadi kebutuhan bagi petani ternak sapi mengawinkan ternaknya. Hal ini sangat dirasakan keuntungannya oleh petani ternak sapi diantaranya 1) meningkatkan kwalitas keturunan  sapi/kerbau dengan memilih semen beku sesuai jenis sapi kerbau yang diinginkan, 2) mencegah terjadinya perkawinan sedarah ( inbreeding ), 3) tidak harus ada pejantan artinya menghemat biaya pakan yang harus dikeluarkan.

 

Diwilayah ekstensif umumnya perkawinan sapi kerbau dilakukan dengan cara kawin alam. Hal ini disebabkan  petani ternak didaerah ekstensif baru akan menjual sapi kerbaunya bila ada kebutuhan yang diperlukan keluarga. Artinya tujuan berbudidaya sapi kerbau masih sebagai usaha sampingan atau tabungan keluarga.

 

Melihat keuntungan yang akan didapatkan petani ternak jika mau dan mampu melakukan IB pada sapi kerbau tentunya juga perlu dikuatkan dengan pendampingan teknologi yang difasilitasi oleh Penyuluh Pertanian. Fasilitasi pendampingan yang dilakukan Penyuluh Pertanian harus mampu memberikan motivasi yang menyadarkan bagi petani ternak pentingnya melakukan IB pada sapi kerbau.

 

Khusus di daerah katagori wilayah ekstensif yang nota bene petani ternaknya belum mengenal IB tentunya diawali dengan sosialisasi IB dan pendampingan teknologi yang intensif oleh Penyuluh Pertanian agar petani mau dan mampu melakukan IB pada sapi kerbaunya. Pendampingan teknologi UPSUS SIWAB yang perlu disosialisasikan di wilayah ekstensif meliputi, mengenal IB pada sapi kerbau yang dikemas dalam berbagai macam metoda penyuluhan pertanian.

 

Pendampingan Penyuluh Pertanian di wilayah UPSUS SIWAB

 

UPSUS SIWAB merupakan satu rangkaian kegiatan yang saling mendukung terdiri dari 1) IB pada sapi kerbau, 2) penanganan Gangguan Reproduksi,3) penyediaan Hijauan Pakan Ternak dan pakan konsentrat, 4) penyelamatan betina produktif dan 5) monitoring evaluasi dan pelaporan. Masing masing mempunyai keunggulan yang menjadi pendukung UPSUS SIWAB.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162