Loading...

Persembahan untuk 72 Tahun Indonesia

10:34 WIB | Tuesday, 22-August-2017 | Editorial, Mentan Menyapa | Penulis : Kontributor

Kementerian Pertanian mempersembahkan ekspor bawang merah sebagai hadiah istimewa untuk memperingati hari ulang tahun kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia.

 

Ekspor ini kita persembahkan di hari kemerdekaan. Indonesia mengekspor bawang merah pada tanggal 18 Agustus 2017 dengan tujuan negara Thailand, meski di masa sebelumnya Indonesia sempat mengimpor bawang merah dari negara tersebut.  Ekspor bawang merah diberangkatkan dari Kabupaten Brebes dengan jumlah 5.600 ton, sekitar 12 kontainer dengan nilai 100 milliar.

 

Kita ambil momentum ini sebagai kebangkitan. Bagi saya, makna kemerdekaan memiliki arti yang harusnya mampu membawa bangsa Indonesia menuju kejayaan. Mengingatkan kembali perjuangan para pahlawan kita bekerja tanpa pamrih merebut kemerdekaan ini. Kita harus gelorakan ke seluruh Indonesia, bahwa kita bekerja karena Allah, kita bekerja untuk bangsa, kita bekerja untuk Merah Putih.

 

Kita kembalikan kejayaan Indonesia akan rempah-rempah 500 tahun lalu. Bawang, beras, jagung dan cabai tidak impor lagi, kita akan dorong. Mengingat bahwa pada tahun 1500 indonesia dikenal kaya dengan rempah-rempah, bahkan slogan pada saat itu, siapa yang menguasai rempah-rempah, itu yang menguasai dunia.

 

Sebagai informasi, produksi bawang merah 2014 mencapai 1,23 juta ton dan naik menjadi 1,29 juta ton atau 11,3% pada 2016.

 

Perlu diketahui juga selain ekspor ke Thailand, kita juga ekspor ke Singapura, Vietnam, Malaysia, Timor Leste. Ini luar biasa, setelah dua sampai tiga tahun kita impor, sekarang kita balikkan dari importir menjadi eksportir. Atas jasa para pahlawan petani, kita berdaulat atas bawang merah.

 

Ekspor bawang pada Agustus-Oktober ke Thailand, Vietnam, Taiwan, Malaysia, Singapura, Timor Leste itu merupakan yang terbesar dibandingkan tahun 2016 sebesar 735 ton, dan periode Januari-Juli 2017 sebesar 657 ton.

 

Empat lokasi fokus produksi bawang merah yang diutamakan Kementerian Pertanian yakni Bima, Sampang, Madiun, Bojonegoro, dan Solok. Ini kerja bersama. Kami mengucapkan terima kasih atas pahlawan petani kita yang mengembalikan keadaan dari impor menjadi ekspor. Adapun target yang dicanangkan untuk semester II 2017, Kementerian Pertanian akan mendorong sektor hortikultura dan perkebunan, seperti rempah-rempah dan buah-buahan.

 

Saya juga berjanji, peningkatan produksi bawang putih bisa dicapai dalam satu tahun hingga dua tahun ke depan. Dan untuk meningkatkan produksi bawang putih ini dibutuhkan 60 ribu hektar. Angka ini lebih kecil dibandingkan komoditas padi dan jagung yang membutuhkan 21 juta hektar untuk mencapai swasembada. Insya Allah Juli tahun depan akan swasembada bawang putih.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162