Loading...

Persiapan Tanam Serentak di Masa Lebaran

11:04 WIB | Tuesday, 11-July-2017 | Nusantara | Penulis : Kontributor

Kendati masih dalam suasana lebaran, Dandim Kediri, Letkol Arm Joko Setiyo K, M.Si (Han) bersama Sekretaris Ditjen PSP Kementan RI, Ir. Ahmad Abdul Madjid berkunjung ke Desa Damarwulan, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, untuk melihat langsung persiapan tanam padi serentak di atas lahan seluas 52 bahu atau 36,4 ha.

 

Di lokasi ini Kepala Desa Damarwulan, Suripto bersama Mantri Pertanian Kecamatan Kepung, M. Yusup, PPL Desa Damarwulan, Priyatmojo, Ketua Poktan Barokah, H. Anwar dan Ketua Gapoktan Tani Jaya, Muminin, turut mendampingi rombongan dari Kementan RI yang pada 1 Juli 2017 melihat langsung kondisi lahan pertanian yang ada di desa ini.

 

Dari catatan Danramil Kepung, Kapten Arm Sugito, secara keseluruhan luas lahan pertanian di Desa Damarwulan mencapai 186 bahu atau 130,2 ha, dan dalam jangka 2 minggu kedepan, lahan seluas 36,4 ha akan mulai ditanami padi. Untuk tanam serentak perdana, diperkirakan lahan pertanian yang digunakan mencapai 2 hingga 3 bahu atau 1,4 hingga 2,1 ha. 

 

Pasi Ter Kodim Kediri, Kapten Inf Warsito menambahkan, rata-rata tiap 1 bahu atau 0,7 hektar tanaman padi di Desa Damarwulan, sanggup menghasilkan 6,4 hingga 6,8 ton gabah kering panen. Ancaman utama petani di sini ialah hama wereng yang sudah menjadi langganan dari tahun ke tahun yang terutama muncul saat musim hujan tiba. 

 

Para petani di sini tidak mempermasalahkan pasokan air, dikarenakan aliran air yang ada di Desa Damarwulan dinilai cukup,  bahkan relatif berkelebihan. Yang dibutuhkan saat ini ialah alsintan (alat mesin pertanian) jenis transplanter, tetapi itupun masih dipertanyakan siapa yang bakal mengoperasikannya dan bagaimana regulasi pengaturan penggunaannya. SDM sektor pertanian di desa ini masih didominasi kalangan usia lanjut, sedangkan tenaga muda enggan untuk berkecimpung di sektor pertanian dan lebih memilih menjadi karyawan industri, usaha jasa atau perdagangan. 

 

Tanah yang ada di Desa Damarwulan mayoritas masih bercampur pasir vulkanik dampak dari letusan Gunung Kelud tahun 2014 lalu. Tetapi, bukan berarti hal tersebut merugikan petani, dikarenakan dampak dari pasir vulkanik itu justru turut andil dalam menyuburkan tanah. Sedangkan dampak negatifnya, tentu pada hal-hal lain, seperti banyaknya pohon tumbang dan kandang ternak warga yang roboh akibat kelebihan beban pasir vulkanik. Pendim 0809/Ira

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162