Loading...

Pertanian Lolos dari Ancaman Iklim

11:10 WIB | Thursday, 05-January-2017 | Non Komoditi, Sarana & Prasarana | Penulis : Julianto

Program Upaya Khusus (UPSUS) dalam meningkatkan produksi pangan strategis mampu melewati ancaman serius dampak anomali iklim yakni El-Nino 2015 dan La-Nina 2016. Demikian diungkapkan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

Menurutnya, peristiwa El-Nino 2015 merupakan yang sangat kuat dibandingkan El-Nino 1998, sehingga menyebabkan kemarau panjang di seluruh wilayah Indonesia. Begitu pun La-Nina 2016 merupakan yang sangat kuat dibandingkan La-Nina 1999 sehingga menyebabkan musim penghujan lebih lama. Akibatnya, El-Nino dan La-Nina menyebabkan gagal tanam maupun gagal panen.

 

“Keberhasilan dan tidaknya produksi komoditas pangan sangat signifikan dipengaruhi oleh terjaminnya iklim. Artinya, jika terjadi El-Nino dan La-Nina, produksi pangan dipastikan akan mengalami kegagalan. Namun, terjadinya El-Nino 2015 dan La-Nina 2016 produksi padi malah meningkat sehingga tahun 2016 Indonesia tidak impor beras,” ungkap Agung.

 

Agung menjelaskan, saat El-Nino 1998 dengan kekuatannya 2,53°C. Saat itu jumlah penduduk Indonesia mencapai 201,54 juta jiwa dan impor beras sebesar 7,10 juta ton. Padahal, kejadian El-Nino tersebut berlangsung lama yakni selama 14 bulan berturut-turut dari Maret 1997 hingga April 1998. “Sementara El-Nino 2015 yang lebih kuat dibanding 1998 yakni sebesar 2,95°C dan jumlah penduduk 255,44 juta jiwa, Indonesia hanya mengimpor beras sebesar 1,15 juta ton,” katanya.

 

Kemudian, lanjut Agung, saat La-Nina 1999 dengan jumlah penduduk 204,78 juta jiwa, Indonesia mengimpor beras sebanyak 5,04 juta ton. Namun, saat La-Nina 2016 dengan jumlah penduduk 258,48 juta jiwa, Indonesia mampu tidak melakukan impor beras. Padahal La-Nina 2016 lebih kuat dibanding 1999. “Untuk itu, apabila tidak ada Program UPSUS, maka dengan ekstrapolasi semestinya di tahun 2015 hingga 2016 Indonesia impor beras 16,8 juta ton,” katanya.

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162