Loading...

Petani Aceh Incar Pasar Kedelai Edamame

12:10 WIB | Wednesday, 23-November-2016 | Dinamika Petani, Suara Tani | Penulis : Tiara Dianing Tyas

Pasar yang terbuka lebar, ternyata memberikan daya tarik bagi Forum Petani Kedelai Edamame Aceh untuk mengembangkan kedelai edamame. Untuk saat ini penanaman masih dalam uji coba, karena masyarakat di Bumi Rencong belum banyak mengenal kedelai dari Jepang tersebut.

 

Ketua Forum Petani Kedelai Edamame Aceh, Mukhtar Abes mengatakan, dirinya membuat pilot project atau proyek percontohan budidaya edamame di lahan seluas tiga hektar (ha). Pengembangan kedelai ini karena pasarnya cukup menjanjikan.

 

“Saya membuat proyek percontohan, karena di Aceh belum banyak masyarakat yang mengetahui komoditas ini. Jadi saya mencontohkan supaya masyarakat bisa melihat dan mau menanamnya,” katanya.

 

Edamame merupakan tanaman semusim berupa semak rendah, tubuh tegak, berdaun lebat, dengan beragam morfologi. Tinggi tanaman berkisar antara 30-50 cm, dapat bercabang sedikit atau banyak tergantung kultivar dan lingkungan hidupnya.

 

Daun pertama yang keluar dari buku sebelah atas kotiledon berupa daun tunggal berbentuk sederhana dan letaknya berseberangan (unifoliolat). Daun-daun yang terbentuk kemudian adalah daun-daun trifoliolat (daun bertiga) dan seterusnya.

 

Ukuran, warna dan berat benih edamame bervariasi, yakni mempunyai berat antara 30-56 gram per 100 biji. Warna benih kuning hingga hijau, berbentuk bulat hingga bulat telur. Warna hilum gelap hingga terang warna bunga varietas Ryokkoh putih, sedangkan varietas edamame lainnya umumnya berwarna ungu.

 

Biji kedelai edamame terdiri dari dua bagian atau keping biji yang dinamakan kotiledon yang isinya kebanyakan adalah protein dan minyak. Berfungsi sebagai pemasok makanan kecambah sampai berumur 14 hari setelah tanam (HST). Di antara kotiledon terdapat calon batang dan akar (Radix).

 

Membran pelindung biji (seed coat) berfungsi sebagai pelindung terhadap infeksi cendawan dan bakteri sebelum dan sesudah tanam. Karena itu, benih kedelai yang kulit bijinya sudah pecah (atau rusak) sering tidak dapat berkecambah dan tumbuh berkembang secara normal dan sehat.

 

Umumnya biji kedelai edamame mengandung minyak 18-20%, protein 40%, dedak 8%, dan kadar air 13%. Biji edamame merupakan biji tanaman leguminosa, berbentuk bulat atau lonjong (oval), berwarna kuning dan ada yang hitam, serta mempunyai hi­lum berwarna kecokelatan.

 

Biji kedelai mempunyai variasi warna hilum seperti yang tampak dalam. Biji yang hilumnya berwarna terang atau tidak berwarna adalah jenis kedelai yang lebih disukai dalam kaitannya dengan gizi bagi manusia. Edamame memiliki bentuk polong yang hampir sama dengan kedelai, tetapi berukuran lebih besar, rasa yang lebih manis, tekstur yang lebih lembut, dan lebih mudah dicerna.

 

“Jika dirawat dengan baik, produktivitas tanaman ini bisa mencapat 3 ton per hektar,” kata Mukhtar. Soal pemasarannya, dia mengatakan, melalui supermarket-supermarket. Di Jakarta, harga kedelai 250 gram edamame bisa mencapai Rp 25 ribu.

 

Mukhtar mengatakan, dalam budidaya sebenarnya tidak ada kendala apa-apa, termasuk soal hama. “Yang masalah bagi kami adalah modal. Banyak petani punya lahan, tapi tak ada biaya untuk budidaya kedelai edamame,” tambahnya. 

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162