Loading...

Petani Berharap Varietas Tahan Hama

21:15 WIB | Tuesday, 23-June-2015 | Dinamika Petani, Suara Tani | Penulis : Julianto

ian, ketua kelompok tani kaso, subang

Hama dan penyakit menjadi musuh bagi petani. Bayangkan saja, jika tanaman padi yang sudah susah payah dipelihara petani, ternyata terserang hama penyakit, maka kerugian besar bakal harus ditanggung petani.

 

Karena itu petani sangat berharap pada benih padi yang tahan terhadap hama penyakit. Apalagi dengan kondisi perubahan iklim membuat hama penyakit makin beragam.

 

Ketua Kelompok Tani Kaso, Desa Karang Mulya, Kecamatan Legon Kulon, Subang, Ian mengatakan, terobosan baru terhadap benih padi yang tahan serangan hama bisa memacu petani untuk mendapatkan hasil yang baik.

 

“Sekarang ini petani lebih terpacu memakai varietas yang tahan hama penyakit,” ujarnya kepada Sinar Tani di Subang beberapa waktu lalu.  Salah satu varietas yang telah dicoba petani dan tahan terhadap hama adalah varietas Pak Tiwi.

 

Selama ini dia mengakui, akibat serangan hama penyakit kondisi pertanaman padi milik petani banyak yang menyedihkan karena penurunan produktifitas. Di wilayah Subang, hama penyakit yang banyak menyerang tanaman petani adalah penyakit klowor. “Karena serangan hama penyakit tersebut terjadi penurunan produksi sampai 50 persen,” katanya.

 

Menurutnya, kelebihan benih Pak Tiwi adalah tahan hama klowor, bahkan wereng batang cokelat. Dengan demikian, aplikasi untuk obat-obatan (pestisida) juga jauh berkurang hanya dua kali penyemprotan. Padahal varietas lain bisa mencapai 4-5 kali aplikasi penyemprotan pestisida. “Dengan dua kali aplikasi untuk pencegahan, sehingga menurunkan biaya usaha tani,” ujarnya.

 

Meski masa tanam lebih lama yakni 120 hari setelah sebar, tapi lebih tahan hama penyakit. Produktifitasnya pun tinggi mencapai 9 ton gabah kering panen (GKP) per hektar. Kelebihan lainnya adalah nasinya enak pulen “Sekarang ini sudah banyak petani yang mulai tanam. Saya perkirakan sudah seluas  20 hektar,” katanya.

 

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Cecep Supriatin mengatakan dari hasil uji coba, produktifitas padi Pak Tiwi mencapai 10,27 ton/ha gabah kering panen (GKP) atau sekitar 8,5 ton gabah kering giling (GKG). Dengan demikian, penggunaan varietas Pak Tiwi, selain meningkatkan indeks pertanaman, juga perbaikan produktifitas.

 

Saat ini luas pertanaman padi di Kabupaten Subang mencapai 84.574 ha. Dari luasan yang merupakan lahan 78 ribu ha. Rata-rata pertanaman padi di Subang indeks pertanamannya sudah 2. Yul

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162