Loading...

Petani Tulungagung Nikmati Harga Gabah

16:08 WIB | Saturday, 13-January-2018 | Olahan Pasar, Non Komoditi | Penulis : Clara Agustin

 

 

"Sekarang harganya lagi bagus. Sekitar Rp 5.600 sampai Rp 5.800 per kg. Kami jadi semangat 45 untuk tanam padi." Demikian ungkapan hati Sutomo, petani Asal Desa Mojo Arum, Kec. Gondang, Kab. Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu (13/1).

 

Memang harga gabah di tingkat petani saat ini sedang bagus, ditambah dengan produksinya yang tinggi. Seperti di Desa Mojo Arum, petani dapat memproduksi hingga 9 ton per ha dengan rata-rata produksi 7,5 ton per ha. "Biasanya kita panen hanya sampai 6 ton per ha, tapi sekarang lagi tinggi. Kita pakai varietas Ciherang dan IF8," tambah Sutomo.

 

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, M. Syakir mengatakan bahwa hasil dari safari panen ujung barat sampai ujung timur Pulau Jawa, semuanya panen padi. Tidak ada yang paceklik. "Panen bagus dan harganya pun bagus. Saya melihat petani jadi lebih bersemangat melakukan usaha tani," ujar Syakir.

 

Harga yang bagus di tingkat petani ini memang berimbas di harga pasaran, di mana harganya menjadi mahal ketika sudah sampai di tangan konsumen. Tapi Syakir percaya bahwa Perum Bulog mampu menanganinya. "Kalau harga sedang turun, Bulog beli dengan HPP. Tapi di saat harga tinggi, Bulog melakukan Operasi Pasar. Saya percaya itu akan terjadi karena kita semua sudah berkomitmen untuk berlaku adil pada masyarakat Indonesia," jelasnya.

 

Dengan demikian, Syakir sangat berharap harga yang bagus di tingkat petani kalau bisa terus berlangsung (berkelanjutan). Karena akan menimbulkan semangat petani dalam kegiatan usaha tani. Panen melimpah dan tidak ada waktu yang kosong untuk tanam padi. "Setiap hari akan selalu panen dan tanam padi. Maka cita-cita bangsa Indonesia, swasembada pangan berkelanjutan tercapai," pungkasnya. Cla

 

Editor : Yulianto

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162