Loading...

Petani Tawangmangu Raup Untung Tanam Bawang Putih

13:10 WIB | Tuesday, 04-July-2017 | Komoditi, Hortikultura | Penulis : Indarto

Meski masih impor, ada sejumlah daerah yang potensial untuk pengembangan bawang putih. Tak menutup kemungkinan, jika sejumlah daerah di Tanah Air yang memiliki potensi untuk budidaya bawang putih ini dikembangkan, paling tidak kurun 2-3 tahun ke depan impor bawang putih bisa ditekan.

 

Salah satu daerah yang potensial untuk budidaya bawang putih ada di Desa Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Bahkan, di Kabupaten Karanganyar tahun 2017 akan dikembangkan budidaya bawang putih di lima kecamatan, seperti di Kecamatan Jatiyoso, Margoyoso, Jenawi, Tawangmangu, dan Metesih.

 

Sesuai rencana, masing-masing kecamatan akan dikembangkan budidaya bawang putih seluas 50 hektar (ha), dengan produktivitas rata-rata sebanyak 18 ton per hektar/musim (cabut basah). Sehingga, total pengembangan budidaya bawang putih di kabupaten tersebut pada tahun ini mencapai 250 ha.

 

Menurut petani asal Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Bejo Supriyanto, saat ini sudah dikembangkan budidaya bawang putih di Desa Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu seluas 53 ha. “Kalau di Tawangmangu mulai tanam pada bulan Mei (musim kemarau). Setelah usia 125 hari bisa dipanen. Jadi sekitar September panen. Artinya, selama setahun hanya sekali tanam,” kata Bejo Supriyanto.

 

Bejo mengatakan, sebenarnya petani di Kecamatan Tawangmangu sudah sejak tahun 1985 menanam bawang putih secara besar-besaran. Ada empat varietas bawang putih yang ditanam petani, yakni bawang putih varietas Tawangmangu Baru, Lumbu Ijo, Lumbu Kuning, dan Lumbu Putih. Namun, sampai saat ini petani di kecamatan tersebut lebih suka menanam bawang putih varietas Tawangmangu Baru.

 

Menurut Bejo, bawang putih varietas Tawangmangu Baru sangat cocok ditanam di musim kemarau. Untuk membudidaya bawang putih jenis ini tiap hektar perlu bibit sebanyak 600 kg.

 

Bejo mengakui, harga bibit bawang putih kini cenderung naik. Jika tahun 2015 hanya Rp 35 ribu/kg, tahun 2016 naik menjadi Rp 50 ribu/kg. Pada Mei 2017 harga bibit bawang putih sudah merangkak mencapai Rp 60 ribu-65 ribu/kg. Sedangkan produktivitasnya bawang putih yang ditanam petani rata-rata 18 ton/ha (cabut basah).

 

Untuk berlangganan Tabloid Sinar Tani Edisi Cetak SMS / Telepon ke 081317575066

 

Konsultasi Hotline
Hubungi Kami
(021) 7812162